Maju di Pilkada Kuansing, Halim Tawarkan Kesejahteraan

Redaksi Redaksi
Maju di Pilkada Kuansing, Halim Tawarkan Kesejahteraan
fin/riaueditor.com
Halim, Bakal Calon Bupati Kuantan Singingi di Pilkada 2020

PEKANBARU, riaueditor.com - Kendati masih menunggu SK pencalonan dari DPP PDIP pusat, namun Wakil Bupati Kuansing, Halim memastikan maju pada Pilkada Serentak Desember 2020 mendatang. Kader PDIP itu menawarkan kesejahteraan bagi masyarakat Kuansing.

"Pasangan saya saudari Komperensi MSi, anggota DPRD Riau dari partai PAN. Itu sudah fix, tinggal tunggu SK aja lagi. Dan itu sudah tidak ada masalah", ujarnya saat dikonfirmasi di Gedung DPRD Riau, Rabu (24/06/20).

Ia mengatakan, dengan 3 kursi PDIP ditambah 4 kursi PAN di DPRD Kuansing, sudah cukup untuk berlayar pada Pilkada Serentak 9 Desember mendatang.

Salah satu program yang ditawarkan jika diberi kepercayaan, yakni peningkatan ekonomi masyarakat Kuansing.

"Kami di kabupaten Kuantan Singingi (Kuānsing), hidupnya pada umumnya bertani dan berkebun.

Ia menceritakan, sebagai orang nomor 2 di Kuansing, sulit baginya merealisasikan janji kesejahtetaan  masyarakat Kuansing. Oleh karena itu untuk memperbaiki ketidakberhasilan tersebut, dirinya bertekad maju menjadi orang nomor 1.

"Saya tak mau muluk-muluk. Kita hanya ingin masyarakat sejahtera", katanya.

Terkait konflik masyarakat dengan pihak perusahaan yang kerap terjadi di Kuansing, Halim tidak menampik.

Ia mengatakan, konflik tersebut terjadi karena ketidakhadiran pemerintah serta adanya pembiaran. Hal ini diperparah dengan ketidaktegasan pimpinan.

"Atau ada permainan dibalik itu, saya juga tidak tahu karena saya tidak masuk terlalu dalam. Kita salahkan perusahaan ada ijin. Kita salahkan masyarakat, perusahaan juga tidak memberdayakan masyarakat", katanya.

Ia menilai, selama ini konstribusi  perusahaan yāng ada di Kuansing umumnya sangat minim sehingga masyarakat terabaikan.

Kedepan kata Halim, pihaknya minta perusahaan bisa memberdayakan SDM yang ada di Kuansing, sehingga terjadi kerjasama yang baik antara perusahaan dan masyarakat.

Ia mengungkapkan dari 24 perusahaan perkebunan yang ada di Kuansing, hanya 30 persen saja diantaranya yang memberikan CSR ke masyarakat.

Sedangkan terkait sentimen issu SARA yang kerap terjadi kala Pilkada, Halim mengaku  sudah siap menghadapinya.

"Toh yang menentukan masyarakat. Masyarakat bisa menilai mana yang  betul-betul memperhatikan masyarakat, mana yang tidak", ujarnya.

Ia pun mengajak semua elemen masyarakat agar menjalankan demokrasi sebagaimana mestinya.

Menurutnya, sebagai orang yang lahir di Kuansing, pihaknya siap mengedukasi masyarakat. Pasalnya jika issu SARA ini terus dihembuskan ditengah-tengah masyarakat, maka masalah negara ini tidak pernah selesai. (fin)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini