Episode Terpisah di Internal Partai Kakbah

Redaksi Redaksi
Episode Terpisah di Internal Partai Kakbah
ilustrasi okezone
JAKARTA - Belum hilang diingatan kita soal kisruh yang melanda Partai Persatuan Pembangunan (PPP), beberapa waktu lalu. Kisruh tersebut disulut oleh manuver Ketua Umum PPP Suryadharma Ali (SDA), saat menghadiri kampanye Partai Gerinda di Gelora Bung Karno.

Kendati kubu yang bersitegang di internal Partai Kakbah sempat islah, namun "dua matahari" di PPP kembali muncul. Menjelang pemilu presiden (pilpres) kubu di PPP seakan-akan terbelah. Ada kubu yang ingin bermitra dengan PDI Perjuangan, dan ada juga kubu lain yang ingin merapat pada Gerindra.

"Pertama yang saya lihat di partai itu, belum berhasil melakukan islah secara sepenuhnya," singkat pengamat politik Arya Fernades, saat berbincang dengan Okezone, Sabtu (3/5/2014).

Kita bisa baca ada kemungkinan, lanjutnya, islah belum tercapai, dengan adanya maneuver-manuver yang berbeda di tubuh partai. PPP ini ingin mencari posisi tawar kepada semua calon presiden, bisa kita saksikan ada yang mendukung Jokowi ada juga yang mendukung Prabowo.

"Adanya seperti ini tidak akan berdampak kerugian yang signifikan, karena pemilu sudah selesai," tukasnya.

Sebelumnya Ketua Umum PPP, SDA berinisiatif mengumpulkan 27 Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Jumat 2 Mei lalu. SDA menjelaskan, meski bukan pertemuan resmi, menurutnya pertemuan ini sangatlah penting untuk mencari gambaran serta arah politik partainya.

Di lokasi, hadir Wakil Ketua Umum PPP Luqman Hakim Saifuddin, Ketua DPP PPP Achmad Dimyati, dan beberapa kader lainnya. Pertemuan tersebut berlangsung tertutup.

Sementara dimalam yang sama Wakil Ketua Umum PPP, Emron Pangkapi juga mengelar pertemuan di Hotel Crouwn, Jakarta.

Ketua DPW Jawa Barat, Rahmat Yasin mengklaim dalam pertemuan tersebut juga di hadiri 24 pimpinan DPW. Dia menerangkan pertemuan tersebut bermaksud untuk mencermati hasil musyawarah yang dilakukan kemarin malam.

Rahmat membantah jika pertemuan yang dihadirinya merupakan pertemuan tandingan terhadap acara yang digelar SDA. Dia mengatakan pertemuan yang dipelopori oleh SDA, tidak akan mampu mengambil keputusan penentuan arah koalisi partai. Hal tersebut lantaran pertemuan yang digelar SDA itu bukan petinggi DPW.

Meski demikian, Rahmat mengatakan, hasil pertemuan tersebut tidak menutup kemungkinan akan diterima hanya sebatas referensi yang akan dibahas dalam rapimnas.

(ydh/okezone)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini