TNI AU Selidiki Insident Pecah Ban Pesawat Hawk 100/200 di Pekanbaru

Redaksi Redaksi
TNI AU Selidiki Insident Pecah Ban Pesawat Hawk 100/200 di Pekanbaru
ilustrasi

PEKANBARU - Tim investigasi TNI AU, dalam hal ini Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, masih melakukan penyelidikan insiden pecah ban yang dialami pesawat Hawk 100/200, di runway Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, pada Senin (22/8/2022).

Kepala Penerangan Lanud Roesmin Nurjadin Letkol Sus M.Zukri, S.Ag mengatakan, pesawat Skadron Udara 12 Lanud Rusmin Nurjadin Pekanbaru mengalami pecah ban bagian kiri bekakang, saat _take off_ dari runway 36 menuju runway 18 dalam sebuah latihan rutin.

"Akibat insiden tersebut, pesawat tempur tergelincir dan keluar dari runway," ungkap Zukri.

Zukri menjelaskan, saat ini kondisi pilot dalam kondisi baik, dan sedang menjalani pemeriksaan kesehatan di RSAU dr. Sukirman Lanud Roesmin Nurjadin.

"Incident tidak mengganggu jadwal penerbangan di bandara Sultan Syarif Kasim II. Selanjutnya penyebab incident pecah ban, sedang dilakukan pendalaman oleh tim investigasi TNI Angkatan Udara", jelasnya.

Hawk 200 merupakan pesawat tempur taktis (TT) berkursi tunggal yang memiliki spesialisasi untuk multi-peran dalan pertempuran ringan dan memiliki kemampuan untuk menghancurkan pertahanan darat yang dimiliki musuh.

Diproduksi perusahaan Inggris, BAE System Hawk. Selama ini, Hawk 200 TNI AU ber homebase di Skadron 12 Pekanbaru dan Skadron 1 di Pontianak.

Kecepatan maksimum pesawat tempur ini di udara mencapai Mach 0,88 dan saat menukik mampu mencapai Mach 1,15.

Kokpit pesawat, sudah dilengkapi dengan sistem pengendali Hands on Throttle and Stick (HOTAS). Ini memudahkan pilot untuk mengendalikan pesawat sekaligus melepaskan persenjataan.

Hawk 200 menggunakan radar canggih jenis APG 66, yang juga digunakan pesawat seperti F 16.

Pesawat ini juga memiliki kemampuan air refuelling atau pengisian BBM di udara dengan sistem probe.

Selain itu pesawat ini juga menggunakan kursi pelontar untuk mencegah keadaan darurat.

Hawk 200 sudah digunakan TNI AU sejak 1997, sejak saat itu hingga tahun 2022 sudah 7 kejadian termasuk hari ini 22 Agustus 2002 kecelakaan yang melibatkan Hawk 200. (**)

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini