Seratusan Pendaki Dikhawatirkan Terjebak di Gunung Marapi

Redaksi Redaksi
Seratusan Pendaki Dikhawatirkan Terjebak di Gunung Marapi
Gunung Marapi.(Foto: Berita Minang)

SUMBAR - Banyak akses yang digunakan pendaki untuk sampai ke Gunung Marapi. Sejumlah pendaki diketahui berada di Gunung Marapi di Sumatra Barat saat terjadi erupsi, Sabtu (7/1/2022) pagi.

Mulanya, BKSDA Sumatera Barat, ada sekitar 40 pendaki disebut berada di sekitaran gunung itu ketika erupsi terjadi.

Sedangkan warga Batu Palano, Safrizal, mengatakan bisa jadi ada lebih dari 100 orang yang berada di atas Gunung Marapi saat terjadinya erupsi berkali-kali. Batu Palano merupakan Nagari (setingkat desa) di Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam yang menjadi salah satu pintu untuk naik ke Gunung Marapi.

Tepat sebelum erupsi, ada lebih kurang 50 orang yang naik Gunung Marapi. Lalu juga ada puluhan yang sudah naik sejak Kamis dan Jumat. "Seratus orang lebih kuranglah yang naik dari sini," kata Safrizal.

Safrizal yang akrab disapa “Ayah BKSDA” oleh para pecinta Marapi ini menyebut dari sekian banyak pendaki yang naik, yang sudah turun baru beberapa.

Safrizal menegaskan sudah mengingatkan para pendaki mengenai status Gunung Marapi yang tidak aman untuk dinaiki. Tapi banyak dari pendaki yang bahkan datang dari luar Sumatra Barat tetap ngotot naik.

Dilansir dari Republika, di pintu masuk Gunung Marapi di Batu Palano, banyak berjejer sepeda motor pendaki yang parkir. Jumlahnya mencapai puluhan. Pendaki datang bahkan dari luar Sumbar.

Gunung Marapi merupakan salah satu Gunung api aktif yang ada di Sumatra Barat. Posisinya berada di Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Agam, Sumatera Barat dengan ketinggian 2.891 mdpl.

Sementara itu, Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Sumbar, Eka Damayanti, mengatakan pihaknya telah melarang para pendaki supaya tidak naik ke Gunung Marapi pascaerupsi kemarin. Tapi menurut dia banyak dari pendaki yang sulit dikendalikan.

"Walau sudah dilarang, mereka (pendaki) tetap naik. Karena ada banyak akses yang dapat mereka lalui," ujar Eka.

epala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatra Barat, Rumainur, mengatakan pihaknya belum ada tindakan khusus terkait peristiwa erupsi Marapi ini.

BPBD masih melakukan koordinasi dengan PVMBG, memantau dan mengimbau seluruh warga untuk tetap waspada.

Belum adanya tindakan khusus atas Erupsi Marapi ini lantaran saat ini status gunung marapi masih berada di level II atau waspada. Jika kemudian Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status, maka secara otomatis juga akan ada langkah lebih lanjut untuk mengantisipasi dampak yang lebih besar.

Sumber: Republika

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini