Seorang Petani Terluka Diserang Buaya di Sungai Batang Kuantan

Redaksi Redaksi
Seorang Petani Terluka Diserang Buaya di Sungai Batang Kuantan
Ahmad, warga yang menjadi korban serangan buaya di Batang Kuantan, Kuansing.(Foto: Ist)

PEKANBARU - Petani di Desa Sikakak, Kecamatan Cerenti Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) diserang buaya. Ahmad (45) demikian korban ini mendapatkan 11 jahitan di lengannya, Sabtu (18/2/2023) sekitar pukul 19.00 WIB.

Tim Bidang KSDA Wilayah I, yang turun ke lokasi, dari keterangan yang diterima, korban mengatakan buaya yang menyerang dirinya sepanjang lebih kurang dua meter.

Kepala Bidang KSDA Wilayah I, Andri Hansen Siregar menjelaskan, korban diserang reptil tersebut saat mandi dipinggir Sungai Batang Kuantan.

"Korban ini selamat, namun serangan buaya melukai lengan bagian kanannya," kata Andri Hansen Siregar, Senin (20/2/2023).

Korban menuturkan, gigitan buaya terlepas karena Ahmad refleks memberikan perlawanan. Kemudian korban naik ke darat dan pulang kerumahnya mengecek luka di lengan.

Korban menuturkan, dia dan warga setempat sering beraktivitas di sekitar sungai Batang Kuantan untuk keperluan mandi hingga mencari ikan.

"Tim yang turun menyampaikan keprihatinan dan berharap peristiwa serupa tidak terjadi di kemudian hari," kata Andri.

Kades setempat meminta bantuan kepada tim untuk memasang perangkap buaya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.

"Tim mitgasi diminta memasang perangkap dan memasang imbauan, karena sejak kejadian itu masyarakat khawatir untuk melakukan aktivitas ke sungai," kata Andri.

Tim mitgasi ini juga turut menyampaikan informasi bahwa sungai Batang Kuantan memang merupakan salah satu habitat buaya di Riau.

Agar kejadian serupa tidak terjadi lagi. perlu berbagi ruang dan waktu dengan satwa tersebut.

Tim ini juga menyampaikan empat hal yang harus diperhatikan untuk mencegah konflik antara manusia dan buaya. Pertama mengimbau kepada warga agar menghindari aktivitas di sungai pada saat satwa buaya aktif mencari mangsa pada jam 17.00-07.00 WIB.

Kedua, pihak Desa memasang papan informasi atau spanduk daerah rawan buaya di pinggir sungai batang kuantan sebagai peringatan. Ketiga, warga desa Sikakak diminta agar tidak melakukan tindakan membahayakan terhadap satwa buaya karena merupakan satwa dilindungi.

"Keempat, tim meminta kepada warga agar selalu berkomunikasi dengan pihak Balai Besar KSDA Riau dalam penanganan konflik satwa," tutur Andri Hansen lagi.

Untuk penanganan, jika menemukan buaya agar dapat menghubungi call centre di 081374742981.

"Kami mengimbau agar masyarakat tidak anarkis terhadap buaya karena dilindungi undang-undang," pesan Andri.

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini