Pernyataan Sugeng Pranoto di Banyak Media Dituding Bohongi Publik

Redaksi Redaksi
Pernyataan Sugeng Pranoto di Banyak Media Dituding Bohongi Publik
riaueditor.com/fin/har
Sugeng Pranoto saat menggelar konferensi pers di hadapan puluhan wartawan di ruang fraksi PDIP DPRD Riau, Rabu (30/6/2021).

PEKANBARU, riaueditor.com - Selain mengaku tak punya utang kepada siapapun, pernyataan Sugeng Pranoto (PS) yang menuduh Larshen Yunus dkk masuk ke ruang komisi III DPRD Riau tanpa permisi, menuai kontroversi. Larshen Yunus menuding, pernyataan oknum anggota DPRD Riau itu merupakan pembohongan publik.

"Di kwitansi penerimaan uang yang diterima PS, memang tertulis titipan uang dari Edy Rantau bukan utang. Penulisan utang oleh teman-teman wartawan bisa dimaklumi dengan tujuan agar gampang difahami pembaca", ucap Larshen Yunus Jum,at (2/7/21).

Ia mengatakan, jika memang SP tidak punya utang kepada siapapun, lantas kenapa uang Rp 170 juta yang dititipkan Edy Rantau ke SP 10 tahun lalu itu tak dikembalikan", tanya aktifis Gabungan Alumni Universitas Riau (Gamari).

Kebohongan lain yang diumbar SP ke publik kata Larshen, adalah ketika dirinya dkk masuk ke ruang komisi III DPRD Riau pada Selasa 15 Juni 2021. Ia mengatakan sebelum ke ruangan dirinya sudah permisi.

"Kalau tak permisi, bagaimana bisa masuk. Semua pintu ruang komisi DPRD Riau pake fingerprint (sidik jari). Ini pernyataan yang tak sesuai fakta di lapangan. Ini merupakan pembohongan publik karena disampaikan didepan puluhan wartawan saat SP menggelar konferensi pers", ujar Larshen Yunus menjelaskan.

Terpisah, Edy Rantau (60) yang ditemui di kediamannya Jalan Bukit Barisan Pekanbaru, mengaku kecewa atas sikap SP yang nota bene pejabat publik. Terlebih karena SP berani berbohong secara terang-terangan didepan publik.


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini