Pemko Pekanbaru lngin Pawai Takbir Idul Adha 1443 H, Kemenag Himbau Hanya di Masjid/Mushola dan Rumah

Redaksi Redaksi
Pemko Pekanbaru lngin Pawai Takbir Idul Adha 1443 H, Kemenag Himbau Hanya di Masjid/Mushola dan Rumah
PJ Walikota Pekanbaru Muflihun

PEKANBARU - Pemko Pekanbaru telah merencanakan menggelar takbir keliling saat malam Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah mendatang. Namun, hal tersebut diurungkan lantaran adanya himbauan dari Kementerian Agama (Kemenag) Pekanbaru melalui rapat Forkopimda yang dilaksanakan di kantor kejaksaan Negeri Pekanbaru.

Di dalam rapat tersebut juga hadir Kajari Pekanbaru, Wakapolresta, Kadispers, Kemenag Kota serta perwakilan dari Dandim 0301/PBR serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Sejatinya, rencana akan melaksanakan takbir keliling sudah dirancang oleh Pemko Pekanbaru untuk menyemarakkan tradisi umat muslim tersebut.

"Kita maunya kembali takbir. Tapi menurut pemaparan kemenag kota sewaktu rapat Forkopimda hanya di masjid/musala dan di rumah. Jadi untuk pelaksanaan takbiran bisa dilakukan di masjid dan musala tanpa ada takbiran keliling," kata Pj Walikota Muflihun, Selasa (5/7/2022).

Ia menyampaikan bahwa kebijakan ini sesuai hasil rapat Forkopimda Kota Pekanbaru serta berdasarkan Surat Edaran Kementerian Agama Nomor 668 Tahun 2022. Berdasarkan surat itu Pemko segera menerbitkan Surat Edaran Wali Kota Pekanbaru.

"Karena kita sekarang ini juga kan masih di PPKM level 1, makanya untuk takbir itu kita laksanakan di mushola, masjid atau di rumah saja. Tak ada pawai takbir keliling," jelasnya.

Ia kembali menegaskan, seyogyanya pihaknya sudah mengonsep untuk melakukan pawai takbir juga, namun ternyata Kemenag melakukan ekspose dan menyatakan larangan melakukan pawai takbir.

"Kita mengikuti instruksi ya, instruksi dari Kemenag. Kita maunya takbir juga, tapi Kemenag ekspose itu agar takbiran di lingkungan saja, seperti di masjid, mushola. Kalau saya awalnya mengonsepnya pawai takbir kayak kemarin itu di Gajah Mada. Tapi ketika Kemenag mengekspose mereka mengarahkan untuk di mushola atau masjid saja," ucapnya.

Muflihun menyebut bahwa pemerintah telah menetapkan Hari Raya Idul Adha. Ia menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan salat id berlangsung di 232 titik lokasi. Sedangkan para jamaah yang tergabung dalam organisasi Muhammadiyah juga telah menetapkan Idul Adha sehari sebelum ketetapan pemerintah pusat. Muhammadiyah rencananya mengikuti salat id di 11 titik lokasi.

Ia mengimbau agar masyarakat agar menjaga keamanan dan ketentraman di lingkungan masing-masing. Ia berharap pelaksanaan Idul Adha bisa terlaksana dengan baik. (**)

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini