Lagi, 200 Siswa di Surabaya Keracunan MBG, Emil Dardak: BGN Akan Beri Sanksi

Redaksi Redaksi
Lagi, 200 Siswa di Surabaya Keracunan MBG, Emil Dardak: BGN Akan Beri Sanksi
Wagub Jatim Emil Dardak usai Musrenbang RKPD Pemprov Jatim 2027 di Hotel Shangri-La Surabaya, Selasa (14/4/2026).(KOMPAS.com/IZZATUN NAJIBAH)

SURABAYA - Ketua Satgas MBG Jawa Timur sekaligus Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak mengatakan, setiap satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang bermasalah akan diberikan sanksi oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Hal itu ditegaskannya usai insiden 200 siswa keracunan makan bergizi gratis (MBG), usai menyantap makanan yang diberikan SPPG Tembok Dukuh, Surabaya, Jawa Timur.

“Kewenangan pemberian sanksi tentu dilakukan secara kolektif tapi terutamanya BGN dan BGN yang menerapkan sanksi untuk SPPG yang mengalami insiden-insiden,” kata Emil di Kantor DPRD Jatim usai paripurna, Senin (11/5/2026).

Pemberian sanksi, lanjut Emil, akan dilakukan setelah insiden keracunan diselidiki. Setelahnya, BGN akan melakukan evaluasi dan mengawasi SPPG yang diberi sanksi, untuk mengetahui sejauh mana perbaikan yang telah dilakukan.

“Nah data persisnya tentu juga lebih eloknya akan diputuskan oleh BGN sebagai pihak yang menerapkan sanksi,” tegasnya.

Namun, saat ditanya sudah berapa SPPG yang bermasalah, Emil belum dapat menjelaskan secara perinci dan mengutamakan penanganan insiden di Surabaya lebih dulu.

“Iya nanti dibahas khusus. Kinerjanya dibahas khusus setelah ini, kita fokus sama insiden yang terjadi di Surabaya ini dulu,” pungkasnya.

200 Siswa Keracunan

Sebelumnya, 200 siswa dari TK, SD, dan SMP kawasan Tembok Dukuh mengalami keracunan massal setelah menyantap MBG di satu SPPG yang sama.

Diduga, menu yang bermasalah yakni daging yang diolah krengsengan.

Namun sampel masih diselidiki di laboratorium untuk mengungkap penyebab pasti.

Sementara itu, Kepala SPPG Tembok Dukuh Chafi Alifa Najla menyebut pihaknya meminta maaf dan akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban.

Ditutup Sementara

Wakil Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Jawa Timur (Jatim), Teguh Bayu Wibowo menyebut, pihaknya masih melakukan evaluasi terkait keracunan massal tersebut. Karena itu, pihaknya menutup sementara SPPG penyalur MBG tersebut.

“Kami akan evaluasi dahulu. Kami tindaklanjuti, setelah itu kami masih tutup dulu dapur ini sementara waktu,” ujar Teguh, Senin (11/5/2026).

Kepala SPPG Tembok Dukuh, Chafi Alida Najla mengatakan, pihaknya langsung menghentikan penyaluran MBG setelah mendapat informasi adanya ratusan siswa di 12 sekolah yang mengalami keracunan.

“Saya (mengisi MBG) di 13 sekolah begitu, 3.020 porsi, tapi hari ini kita hanya mendistribusikan 2.000 sekian,” kata Chafi, saat berada di SPPG Tembok Dukuh, Senin.

Saat ini, kata Chafi, SPPG yang beroperasi sejak 2 Februari 2026 tersebut ditutup sementara. Pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium dari sampel menu MBG yang disalurkannya.(SUMBER)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini