Kengerian Gempa Cianjur, Tanah Terbelah Jeritan Dimana-mana

Redaksi Redaksi
Kengerian Gempa Cianjur, Tanah Terbelah Jeritan Dimana-mana
Foto: Warga tidur di rumah yang rusak akibat guncangan gempa berkekuatan 5,6 magnitudo (M) di Kampung Cijedil, desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Cianjur, Selasa (22/11/2022). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

JAKARTA - Ahli geologi Awang Harun Satyana menyebut banyak kengerian yang terjadi saat gempa berkekuatan magnitudo (M) 5,6 muncul di Cianjur, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

"Senin, 12 November pukul pukul 13.00 WIB siang, berbagai aktivitas tengah dilakukan masyarakat di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Pendek kata, mereka semua melakukan aktivitas harian seperti biasanya," kata Awang dalam rilisnya yang diterima CNBC Indonesia, Sabtu (26/11/2022).

"Lalu tiba-tiba pada pukul 13.21 WIB wilayah tempat tinggal mereka berguncang kuat, bergoyang naik, turun, kiri, kanan. Tidak sampai semenit kemudian nampak tanah-tanah terbelah, jalan pun demikian."

Akibat gempa tersebut, Awang menyebut 56 ribu lebih rumah atau bangunan lainnya rusak berat, rubuh, rusak menengah, hingga sebagian dindingnya runtuh. Ada pula rumah yang rusak ringan berupa retak-retak di dinding.

"Teriakan histeris serentak terdengar di mana-mana, ada orang-orang yang kerubuhan bangunan, atau mobil motor di jalan jatuh ke jurang lalu terkubur runtuhan jalan atau tanah di sekitarnya. Di wilayah lereng Gunung Gede longsor terjadi melanda rumah atau menutupi jalan. Kengerian itu terjadi di setengah wilayah Kabupaten Cianjur," ujarnya.

Sesaat setelahnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa telah terjadi gempa yang berpusat di dekat perbatasan Kecamatan Cugenang dan Warungkondang, berasal dari kedalaman 10 km. Gempa tersebut disebut berkekuatan M 5,6.

Analisis menunjukkan bahwa gempa berasal dari pematahan batuan (sesar) di kedalaman 10 km yang patah berarah hampir barat-timur, bergeser secara mendatar menggeser bagian kirinya atau disebut sesar mendatar sinistral.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur mencatat hingga saat ini sebanyak 310 korban tewas. Ini juga mencatat bahwa gempa melanda 15 dari 32 kecamatan di Kabupaten Cianjur, lebih dari 56 ribu rumah rusak berat-ringan, membuat hampir 62 ribu penduduk mesti ditampung di tempat-tempat pengungsian. Dilaporkan ada 24 orang masih hilang, diduga terkubur tanah longsor.

"Evakuasi masih dilanjutkan. Korban bencana yang selamat masih di pengungsian karena gempa-gempa susulan masih terus terjadi, sementara rumah-rumah mereka pun belum direhabilitasi," tambahnya.

(sumber: CNBCIndonesia.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini