Korban Tewas Gempa Afghanistan Tembus 1.400 Orang

Redaksi Redaksi
Korban Tewas Gempa Afghanistan Tembus 1.400 Orang
Seorang remaja Afghanistan menggendong jenazah adiknya tengah berjalan di antara reruntuhan bangunan yang hancur akibat gempa di Desa Mazar Dhara, Provinsi Kunar. (Foto: AFP/Wakil Kohsar)

AFGANISTAN - Korban tewas akibat gempa bumi dahsyat yang mengguncang Afghanistan pada Minggu (31/8/2025) terus meningkat. Juru Bicara Pemerintah Sementara Taliban, Zabihullah Mujahid, menyebut angka korban meninggal telah menembus 1.400 orang.

Tak hanya itu, lebih dari 3.251 orang mengalami luka-luka, sementara ribuan rumah luluh lantak. Data Kementerian Kesehatan Afghanistan menunjukkan jumlah korban masih bisa bertambah seiring berlanjutnya operasi penyelamatan di wilayah-wilayah terpencil yang sulit dijangkau.

Provinsi Kunar menjadi daerah terparah yang terdampak gempa. Menurut Juru Bicara Pemerintah Provinsi Kunar, Abdul Ghani, sebanyak 1.411 warga meninggal dunia, 3.124 orang luka-luka, dan 5.412 rumah hancur.

"Jumlah korban tewas kemungkinan meningkat karena masih banyak orang terjebak di bawah reruntuhan," kata Ghani seperti dikutip dari Anadolu Agency, Rabu (3/9/2025).

Dia menambahkan, puluhan rumah hancur di distrik-distrik seperti Nur Gal, Sawki, Watpur, Manogi, dan Chapa Dara.

Untuk merespons bencana ini, Pemerintah Sementara Afghanistan telah mengirimkan tim bantuan dan medis ke lokasi kejadian.

Gempa bumi yang mengguncang empat provinsi di timur Afghanistan itu tercatat sebagai gempa besar ketiga sejak Taliban kembali berkuasa pada Agustus 2021.

Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat gempa berkekuatan magnitudo 6,0 terjadi pada pukul 23.47 waktu setempat. Pusat gempa berada di dekat Jalalabad dengan kedalaman 8 kilometer.

Setelah gempa utama, serangkaian gempa susulan dengan magnitudo 4-5 juga terjadi. Gempa susulan pertama terjadi 20 menit setelah gempa utama dengan kedalaman 10 km, disusul gempa berikutnya bermagnitudo 5,2 di kedalaman yang sama.

Afghanistan memang dikenal sebagai negara yang rawan gempa. Pada 2023, gempa bermagnitudo 6,3 mengguncang negara itu dan menewaskan sekitar 4.000 orang.(sumber)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini