Disnaker Kawal Hak Pekerja Kontraktor PHR yang Tewas Saat Bekerja

Redaksi Redaksi
Disnaker Kawal Hak Pekerja Kontraktor PHR yang Tewas Saat Bekerja
Aktivitas pengeboran minyak PHR di salah satu sumur Wilayah Kerja Rokan.(Foto: Ist)

PEKANBARU - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Riau mendalami insiden tewasnya pekerja subkontraktor PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), Derison Siregar (23). Ia bekerja sebagai Floorman di PT Asrindo Citraseni Satria (ACS).

Pekerja asal Tapanuli Tengah itu tewas saat pengeboran minyak di wilayah kerja PT PHR area 5D-28 KM 33 Minas Barat, Siak, Riau pada Rabu (18/1/2023) minggu lalu.

"Saat turun, kita langsung memastikan hak pekerja yang meninggal dunia dan ternyata pekerja merupakan peserta BPJS Ketenagakerjaan. Dengan begitu, otomatis santunan jaminan kecelakaan kerjanya," kata Imron Rosyadi kepada media, Senin (23/1/2023).

"Artinya pekerja yang mengalami kecelakaan kerja sudah sesuai aturan. Namun, untuk hak pekerja nanti akan diserahkan kepada ahli waris. Saat ini masih proses pembayaran dan akan kita kawal sampai diterima kepada ahli waris," imbuhnya.

Lebuh lanjut dikatakan Imron, pihaknya saat ini tengah mendalami kronologi dan penyebab kecelakaan kerja yang menyebabkan pekerja meningggal dunia.

"Itu yang kita investigasi dan kita cek dengan meminta keterangan dari pihak PHR sendiri maupun subkontraktor, baik itu berkaitan dengan pekerjanya maupun Standar Operasional Prosedur (SOP) nya," terangnya.

"SOP yang kita cek ada dua, pertama pekerja yang meninggal ini kan selesai melakukan servis sumur minyak mengunakan crane. Setelah itu kan dibongkar, SOP pembongkaran crane itu kita minta keterangan seperti apa yang menyebabkan kecelakaan kerja," ujar Imron.

Kemudian, kata Imron, pihaknya akan mendalami insiden pekerja yang mengalami kecelakaan kerja, apakah di situ ada unsur lalai atau karena lemahnya pengawasan dari pengawas.

"Makanya kita minta keterangan dari berbagai pihak, Insya Allah pekan depan kita panggil," pungkasnya.

Sebelumnya, PT PHR serius menanggapi insiden kecelakaan kerja di wilayah kerjanya yang terjadi beberapa waktu lalu. PHR melaksanakan proses investigasi bersama para pemangku kepentingan, di antaranya SKK Migas Sumbagut, Ditjen Migas ESDM, Disnaker Riau dan Kepolisian Daerah Provinsi Riau.

"Semua pihak langsung terjun ke lapangan untuk memantau dan investigasi secara menyeluruh. Selain itu juga memastikan aspek keselamatan pekerja yang selalu menjadi prioritas utama dalam menjalankan operasi," tegas Direktur Utama PHR, Jaffee A Suardin.

Jaffe menyampaikan, jika ditemukan ketidakpatuhan dalam pelaksanaan kerja, akan ada konsekuensi berupa tindakan tegas sampai dengan sanksi hitam dari daftar rekanan.

"Atas nama pribadi dan segenap pekerja PHR dan Pertamina, kami mendoakan semoga beliau diberikan tempat paling baik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan," kata Jaffe A Suardin.(Andi)

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini