Warga Geger Temukan Bayi Pemulung Tewas Usai di Lahirkan di Kawasan Hutan Kota Pekanbaru

Redaksi Redaksi
Warga Geger Temukan Bayi Pemulung Tewas Usai di Lahirkan di Kawasan Hutan Kota Pekanbaru
riaueditor
Bayi berjenis kelamin laki-laki yang tewas usai dilahirkan

PEKANBARU, riaueditor.com - Warga sekitar kawasan hutan Kota Pekanbaru Jalan Diponegoro tepatnya disamping gedung lembaga adat melayu (LAM) Riau, Kelurahan Sukamulia Kecamatan Sail, Pekanbaru, digegerkan dengan peristiwa penemuan jasad bayi, Senin (17/2/2020).


Jasad bayi laki-laki ini ditemukan dalam sebuah pondok dan terbungkus kain.


Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol H Nandang Mukmin Wijaya SIK MH melalui Kasubag Humas Iptu Budhi Dianda menjelaskan ikhwal kejadian ini.


Menurutnya penemuan bayi malang itu sekitar pukul 08.30 Wib. 


"Awalnya seorang pegawai gedung LAM Riau bernama Syafruddin (67), diberitahu oleh seorang pengurus KNPI bahwa ada seorang bayi baru lahir dan meninggal dunia," ujar Budhi. 


Mendapat kabar itu, Syafruddin kemudian memberitahukannya ke pengurus LAM bernama Zarni untuk melihat kondisi orang tua dan bayi yang baru saja lahir di dalam pondok yang berada dikawasan hutan kota samping gedung LAM Riau dilanjutkan dengan menghubungi Polsek Limapuluh untuk proses lebih lanjut.


Sekitar pukul 09.30 Wib, petugas Polsek Limapuluh bersama unit Identifikasi Polresta Pekanbaru tiba di lokasi kejadian dan langsung memberikan pertolongan kepada korban serta bayi yang telah meninggal dan membawanya ke RS Bhayangkara Polda Riau.


"Ibu bayi malang itu, diketahui bernama Ika Veronika Pakpahan (36), warga Dumai, seorang janda dan berprofesi sebagai pengemis yang merantau ke Batam Kepri dan saat ini tinggal dalam sebuah pondok di hahan milik Pemprov Riau kawasan hutan kota samping gedung LAM Riau sejak bulan November 2019 lalu," kata Budhi.  (dri) 


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini