Usai Dicekoki Obat Bius oleh Teman FB, Mahasiswi Pekanbaru Diperkosa di Kamar Hotel

Redaksi Redaksi
Usai Dicekoki Obat Bius oleh Teman FB, Mahasiswi Pekanbaru Diperkosa di Kamar Hotel
ilustrasi
Usai Dicekoki Obat Bius oleh Teman FB, Mahasiswi Pekanbaru Diperkosa di Kamar Hotel.
PEKANBARU, Riaueditor.com - Mawar (18), seorang mahasiswi sebuah perguruan tinggi yyang ada di Kota Pekanbaru, menjadi korban pemerkosaan oleh seorang pria yang baru dikenalnya melalui sebuah jejaring sosial Facebook.

Sebelum disetubuhi, Risya terlebih dahulu diberi obat bius yang dimasukkan ke dalam air mineral kemasan. Mahasiswi itu baru tersadar keesokan harinya dalam keadaan tanpa sehelai benang pun disebuah kamar Hotel Sabrina di Jalan Tuanku Tambusai Kecamatan Marpoyan Damai.

Informasi yang dihimpun Riaueditor dikepolisian, Selasa (04/8), peristiwa yang dialami Mawar (bukan nama sebenarnya), berawal dari seorang pria yang dikenalnya melalui Facebook. Selanjutnya, sang pria yang mengaku bernama Sumarianto mengajak Mawar untuk janjian bertemu disebuah tempat di Jalan Fajar Ujung Kecamatan Payung Sekaki.

"Saat berada ditempat tersebut, diduga korban dicekoki obat bius yang telah dimasukkan ke dalam air mineral kemasan," terang Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Hariwiyawan Harun Sik Mik, Selasa (04/80 siang.

Usai menenggak air mineral yang sudah disediakan teman barunya tersebut, Mawar tiba-tiba oyong dan kepalanya pusing hingga akhirnya ia tak sadarkan diri. "Ketika terbangun, Mawar berada disebuah kamar hotel dalam keadaan bugil dan nyeri dibagian kemaluannya. Saat itu pelaku juga berada di dalam kamar tersebut," ujar Hariwiyawan.

Mawar sempat bertanya kepada pelaku, apa yang telah terjadi terhadap dirinya. Namun, Sumarianto malah mengancam akan menghabisi korban jika menceritakan kejadian ini kepada siapapun. Puas menggarap kegadisan Mawar, pelaku langsung pergi meninggalkan korban di kamar hotel.

"Tak terima atas perbuatan pelaku, Mawar dengan didampingi orang tuanya kemudian membuat laporan pemerkosaan tersebut ke polisi Senin (03/8)," kata Hariwiyawan.

Dalam laporannya, kejadian pemerkosaan itu dilakukan pelaku pada Minggu (19/7) lalu, dan korban tidak tahu siapa nama pelaku dan identitas aslinya. "Kita masih melakukan penyelidikan terhadap pelaku terkait kasus ini. Dia mengenal pelaku melalui facebook," tutup Hariwiyawan Harun.(X3)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini