Tuding Ada Kontrak dengan Presiden, Wakil Ketua DPRD Riau Disomasi Wartawan Kompas

Redaksi Redaksi
Tuding Ada Kontrak dengan Presiden, Wakil Ketua DPRD Riau Disomasi Wartawan Kompas
foto: Ist
Wakil Ketua DPRD Riau, Noviwaldi Jusman
PEKANBARU, riaueditor.com - Wakil Ketua DPRD Riau, Noviwaldi Jusman di somasi oleh wartawan Kompas di Pekanbaru. Ini gara-gara wakil rakyat itu menuding surat kabar Kompas ada kontrak berita dengan Presiden Jokowi dan Gubernur DKI Basuki T Purnama alias Ahok.

Menurut wartawan Kompas, Syahnan Rangkuti kepada wartawan, Jumat (26/2/2016), bahwa somasi ini sudah dilayangkan kepada Noviwaldi atau lebih akrab di sapa Dedet itu terkait perbincangan di Grup Whatsapp, Cakaplah beranggotakan 98 orang dari berbagai lintas profesi.

"Pada percakapan di WA itu, Noviwaldi menyampaikan pernyataan yang pada pokoknya berisi tuduhan bahwa Kompas adalah surat kabar pendukung berat Presiden Jokowi dan Gubernur DKI. Dukungan terhadap Presiden dan Gubernur DKI itu dituduhkan karena adanya kontrak," kata Syahnan.

Kata `kontrak` yang dituduhkan Dedet tersebut, menurut Syahnan adalah merujuk pada pola kontrak iklan antara pemerintah daerah kabupaten dan kota di Riau dengan media lokal. Tuduhan Kompas mendapat `kontrak` oleh Dedet dinilai merupakan penghinaan terhadap Kompas yang sudah berusian 50 tahun tersebut.

"Secara pribadi saya minta saudara Noviwaldi untuk meminta maaf atas tuduhannya terhadap Kompas di Gurp WA Cakaplah yang saya juga merupakan anggotanya. Namun yang bersangkutan menolak dengan mengatakan tidak berbuat kesalahan. Hari ini somasi sudah saya layangkan ke Noviwaldi" kata Syahnan.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Riau dari Partai Demokrat itu saat dikonfirmasi tidak membantah bila menyebut media Kompas ada kontrak dengan Presiden dan Gubernur DKI.

"Ya (menyebut ada kontrak). Tapikan kapasitas saya di grup WA itu hanya bercanda. Jadi saya kira tidak ada masalah. Mungkin saja wartawan Kompasnya yang terlalu membesar-besarkan," kata Dedet kepada riaueditor.com

Ketika ditanya soal permohonan maaf, Dedet juga menyebut tidak akan meminta maaf. Karena pembicaraan yang ada di grup hanya kalangan terbatas.

"Lembaga saya juga sering dituding macem-macem, saya santai saja. Saya tidak akan meminta maaf, karena kapasitas kami di grup hanya bercanda," kata Dedet yang juga menegaskan belum menerima surat somasi tersebut.(bot)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini