Tak Pulang Seharian, Bocah 7 Tahun Ditemukan Ibunya Tak Bernyawa di Kolam PLTMH

Redaksi Redaksi
Tak Pulang Seharian, Bocah 7 Tahun Ditemukan Ibunya Tak Bernyawa di Kolam PLTMH
ist.
Kondisi mayat Eva Wulan Arista (7) korban tenggelam di kolam bekas bekas PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro) di Desa Pematang Tinggi Kec. Kerumutan Kab Pelalawan, Riau, saat dilakukan visum oleh dokter Puskesmas setempat, Rabu (29/11/2017) pagi.

KERUMUTAN, riaueditor.com - Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, ungkapan ini sepertinya cocok dialamatkan kepada Retno Wulandari (27), Ibu Rumah Tangga warga Dusun Sawit Mukti RT 012/RW 007 Desa Pematang Tinggi Kec. Kerumutan Kab. Pelalawan, Riau.      

Setelah Retno Wulandari seharian mencari tahu, dimana keberadaan putrinya Eva Wulan Arista (7) yang tak kunjung pulang kerumah, sejak Selasa (28/11/2017) siang, akhirnya ditemukan dalam keadaan tak bernyawa menjadi korban tenggelam di kolam bekas PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro).

Informasi yang dirangkum dari Kepolisian setempat, penemuan mayat bocah tenggelam yang masih duduk di kelas II SD itu, pertama kali ditemukan oleh ibunya sendiri pada Rabu (29/11/2017) sekira pukul 08.00 Wib di kolam tersebut, saat dirinya hendak mengantarkan anaknya ke sekolah tempat putrinya itu bersekolah.

Sebelum peristiwa naas itu terjadi, Selasa (28/11/2017) sekira Pukul 11.30 wib, korban Eva Wulan Arista (7) sempat pamit pulang dari sekolah kepada orang tuanya hendak pergi bermain bersama teman-temannya, namun hingga malam korban belum pulang juga ke rumah.

Kemudian orang tua korban berusaha mencari korban dengan bertanya kepada teman bermain korban, namun tidak ada yang mengetahui keberadaan korban.

Keesokan harinya, Rabu (29/11/2017) sekira pukul 08.00 Wib sang ibu hendak mengantar adik korban laki-laki ke sekolah. Ibu korban melihat ada sesuatu yang mengapung di kolam bekas bekas pemakaian PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro) Desa Pematang Tinggi.

Merasa cemas, sang ibu bergegas ke lokasi dan alangkah terkejutnya ibu korban saat melihat putrinya yang seharian tak pulang itu ternayata sudah dalam kaku dan tak bernyawa mengapung di dalam kolam tersebut.

Bercampur rasa kesal dan merasa bersalah, ibu korban berteriak minta tolong kepada warga setempat, bahwa anaknya yang tak pulang tersebut sudah dalam keadaan tak bernyawa tenggelam didalam kolam.

Lantas seorang warga beserta warga setempat lainnya mendatangi lokasi dan mengangkat korban untuk dibawa ke rumahnya sebelum di kebumikan.

Pihak keluarga berencana akan mengkebumikan korban di TPU Desa Pematang Tinggi, serta pihak keluarga menyatakan menerima kematian korban serta membuat surat pernyataan bahwa bersedia tidak mau melakukan otopsi

Meski demkian, pihak kepolisian setempat langsung melakukann olah TKP dan melihat tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan ditubuh korban.

Petugas juga sempat memeriksa saksi-saksi dan membuat surat pernyataan dari pihak keluarga terkait tidak mau di otopsi. Akan tetapi, pihak dokter Puskesmas Kerumutan tetap melakukan Visum yang dilakukan Dr. Meta Barus. (ars)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini