Tagihan Melonjak, GM PLN WRKR Sebut Tak Ada Kenaikan Tarif

Redaksi Redaksi
Tagihan Melonjak, GM PLN WRKR Sebut Tak Ada Kenaikan Tarif
istimewa

PEKANBARU, riaueditor.com - Meningkatnya aktivitas masyarakat di rumah selama penerapan PSBB karena Pandemi Covid-19, berakibat pada lonjakan  penggunaan energi listrik masyarakat.

Hal itu disampaikan General Manager PLN (Wilayah Riau Kepulauan Riau (WRKR) Daru Tri Tjahjono, didāmpingi jajarannya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPRD Riau, Senin (8/6/20).

Pada RDP yang dipimpin oleh Ketua Komisi IV DPRD Riau Parisman Ikhwan SE itu, Daru menjelaskan, sejak tahun 2017 hingga saat ini tidak ada kenaikan tarif tenaga listrik.

"Kenaikan tagihan rekening listrik bulan Juni 2020 disebabkan meningkatnya aktivitas masyarakat di rumah. Sehingga penggunaan energi listrik masyarakat juga meningkat selama penerapan PSBB karena Pandemi Covid-19", katanya.

Ia mengatakan, adanya penetapan PSSB akibat merebaknya pandemi virus Corona di Indonesia, masyarakat melakukan aktivitas dirumah. Hal ini berakibat pada peningkatan pemakaian listrik di bulan Mei (rekening bulan Juni) menjadi naik, katanya.

Untuk meringankan pembayaran rekening listrik bulan Juni, Daru menawarkan solusi. Yaitu, dengan program Relaksasi dari PLN.

Dijelaskan skema Relaksasi yang diberikan PLN, bagi pelanggan yang pencatatan meternya sudah benar tetapi tagihan rekening listrik bulan Juni 2020 melebihi 20% dari tagihan listrik bulan Mei 2020 dengan mekanisme pembayaran bertahap atau angsuran.

"Pelanggan akan dikenakan pembayaran sebesar tagihan bulan Mei 2020 ditambah 40% dari nilai kenaikan rekening Juni 2020 dan sisanya 60% bisa di angsur selama 3 (tiga) bulan sesuai keputusan PLN Pusat" ujar Daru Tri Tjahjono.

Sementara Ketua Komisi I  DPRD Riau, H. Parisman Ikhwan,SE berharap agar PLN Riau bisa memberikan Relaksasi yang lebih ringan dengan memperpanjang waktu angsuran hingga akhir tahun kepada masyarakat Riau.

Selain itu, PLN Riau juga memberikan kemudahan serta percepatan penyelesaian masalah tersebut yang menjadi beban masyarakat, bahkan pro aktif menjelaskan ke pelanggan melalui unit layanan yang ada di bawahnya dan jangan ada pemutusan bagi pelanggan yang masih dalam tahap penyelesaian lonjakan rekening tersebut.

"Bila hal itu terjadi, akan menimbulkan masalah baru ditengah masyarakat yang dalam kondisi kesulitan. Sebaiknya PLN juga meminta maaf kepada masyarakat Riau atas kondisi yang telah terjadi dan meresahkan masyarakat" ujar Parisman.

Menanggapi hal itu, Daru menyampaikan bahwa pihaknya sudah menyiapkan upaya untuk kemudahan dan percepatan pelayanan dengan mensiagakan ULP yang tersebar.

Pihaknya juga kata Daru, membuka Hotline Center dimana pelanggan bisa melaporkan keluhannya melalui Nomor Whats App yang telah diumumkan.

"Khusus permintaan tambahan keringanan lamanya waktu cicilan, kami tampung. Kami akan sampaikan ususlan tersebut ke PLN Pusat. Tetapi untuk saat ini kami laksanakan skema yang ada sesuai keputusan pusat yang resmi", ujarnya.

Pada akhir rapat dengar pendapat General Manager PLN UIWRKR menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Riau dan DPRD Riau atas terjadinya lonjakan tagihan rekening listrik bulan Juni ini.

Sebagai langkah untuk memudahkan dan meningkatkan pelayanan bagi penyelesaian masalah, pihaknya kata Daru telah menyiagakan petugas pelayanan untuk lebih responsif dan menyiapkan posko layanan di unit-unit layanan yang telah disediakan" ujar Daru.

Turut hadir pada kesempatan itu, Wakil ketua DPRD Riau Hardianto, Tumpal Hutabarat SE MM, Nurzafri,  Adam Syafa,at, MA, Komperensi SP MSi, Yuyun  Hidayat ST MSc, Almainis SPd, Abdul Kasim, Ir. Sahidin, Dani K Nursalam MSi, dan  Syafaruddin  Poti SH. (rls/fin) 


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini