Insert Artikel - Waspada Virus Corona. (CNN Indonesia/Fajrian)Menurutnya, dari hasil pemeriksaan yang bersangkutan memiliki riwayat penyakit seperti hipertensi. Oleh dokter ditetapkan sebagai ODP untuk kemudian menjalani karantina mandiri.
"Selama karantina yang bersangkutan dilakukan pemantauan oleh tim medis, di hari pertama yakni 21 Maret demam yang bersangkutan berkurang namun batuk dan pilek masih ada dan tidak ada sesak nafas, sedangkan di hari kedua dan ketiga yakni 22 dan 23 Maret demamnya sudah tidak ada namun batuk dan pilek masih dan tidak ada mengeluh sesak," katanya.
Namun, pada hari keempat pemantauan tepatnya 24 Maret 2020, batuk dan pilek berkurang. Pada hari kelima pasien merasa nyeri pada pinggang. Pada hari keenam atau 26 Maret, demam sudah tidak ada namun ada batuk berdahak.
Pada hari ketujuh yakni 27 Maret sekitar pukul 11.00 WIB yang bersangkutan mengalami sesak nafas terutama ketika berbaring, kemudian ada batuk berdahak dan nyeri pada ulu hati. Saat diperiksa tekanan darah mencapai 200 per 109 dan dilakukan terapi tambahan penanganan oleh tim.
Saat itu, sekitar pukul 15.30 WIB sesak nafasnya semakin kuat sehingga dikoordinasikan dengan dokter penanggung jawab yakni dr Eva spesialis paru. Pasien itu dinyatakan berstatus PDP untuk kemudian dirujuk ke Agoesdjam sekitar pukul 17.00 WIB.
Sementara, Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Ketapang sekaligus Sekretaris Daerah (Sekda) Ketapang, Farhan menerangkan saat ini almarhum telah dikebumikan di pemakaman umum Desa Payak Kumang. Pihak terkait juga terus melakukan upaya penyemprotan disinfektan di lokasi karantina mandiri almarhum dan di sekitarnya.
"Untuk penanganannya dengan standar sesuai aturan," katanya.
(CNNIndonesia.com)