Selain Rusak, Jalan Lintas Bono Teluk Meranti Terendam Aliran Sungai

Redaksi Redaksi
Selain Rusak, Jalan Lintas Bono Teluk Meranti Terendam Aliran Sungai
zul/riaueditor.com
Selain Rusak, Jalan Lintas Bono Teluk Meranti Terendam Aliran Sungai.
TELUK MERANTI, riaueditor.com - Seperti diberitakan sebelumnya, tak hanya rusak parah, kondisi jalan lintas Bono daerah Tanjung Membayang sepanjang 10 KM dari Kota Kecamatan Teluk Meranti menuju Desa Pulau Muda sebagian sudah terendam aliran sungai akibat curah hujan yang tinggi.

Hal ini dibenarkan oleh Camat Teluk Meranti, Kiki Syamputra kepada riaueditor.com, Kamis (6/10/2016). Menurutnya akibat curah hujan yang tinggi jalan menjadi rusak dan terbenam air.

"Ya, jalan sekarang bisa dikatakan putus meski ada juga kendaraan yang nekat menerobos dari Teluk Meranti ke Desa Pulau Muda dan sebaliknya," papar Camat.

Camat Kiki juga menyebutkan bahwa penimbunan jalan disaat musim penghujan juga menyebabkan jalan tanah antara Petodaan dan Teluk Binjai menjadi licin dan lecah. "Ya susah untuk transportasi. Kondisi jalan memang sulit dilewati karena licin dan rawan kecelakaan atau kendaraan yang akan terpuruk," ungkapnya.

Hal senada juga ‎disampaikan salah seorang warga tempatan, Rudi Hartono (32‎) yang menyebutkan bahwa secara keseluruhan Jalan Lintas Bono mengalami rusak berat.

"Antara Teluk Meranti menuju Desa Pulau Muda kurang lebih 40 KM, 10 KMnya di daerah Tanjung Membayang rusak parah. Jalan penuh lubang dan berkubang. Para pengendara roda dua maupun roda empat terpaksa memberhentikan kendaraan. Namun ada juga sebagian yang nekat menerobos jalan meski bersusah payah dan kadang butuh waktu lama untuk bisa melintas. Malah lebih parah 2 KM sebelum daerah tanjung membayang udah seperti sungai," paparnya.

Dikatakan Rudi Hartono, sama halnya dengan kondisi jalan di daerah Tanjung Membayang, jalan di desa Teluk Binjai pun mengalami kondisi yang sama .

"Di Teluk Binjai ada gundukan tanah yang tak bercampur kerikil dan batu. Jalannya parah juga dan butuh perjuangan untuk menerobos jalan," ungkapnya.

Warga berharap agar Jalan ini segera dituntaskan oleh Pemerintah. "Warga jadi susah kalau jalannya sudah parah seperti ini. ‎Permasalahan yang tak kunjung selesai. jalan berkubang dan hancur berat. Tak hanya di musim hujan kemarau pun jalan berdebu dan sangat ekstrim untuk dilewati. Pemandangan kendaraan yang terpuruk saat ini sudah jadi biasa," ungkapnya. (zul)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini