Raja Adnan Nyaris Menjadi Korban Penculikan

Redaksi Redaksi
PEKANBARU(riaueditor)- Aktifis LSM Indonesian Monitoring Development (IMD) Raja Adnan nyaris menjadi korban penculikan. Beruntung teman-temannya sesama aktifis, sigap membaca situasi dan berhasil membawa Adnan kembali sekitar 5 menit usai digiring oleh dua preman yang diduga berasal dari salah satu Ormas Kepemudaan.

Insiden itu terjadi di penghujung acara diskusi panel bertajuk "Pencegahan Tindak Pidana Korupsi pada Penyelenggaraan Barang dan Jasa Pemerintah di Riau" di ruang Ballroom Hotel Pangeran Pekanbaru, Rabu (6/3/13).

Awalnya diskusi panel yang ditaja oleh Dewan Pimpinan Tinggi (DPT) Forum Intelektual Muda Riau Indonesia (FIMRI) ini, berjalan mulus layaknya diskusi yang biasa digelar. Akan tetapi, di penghujung acara tiba-tiba dua orang pemuda masuk ke dalam ruangan. Saat itu Adnan tengah melayani wawancara wartawan.

Kedatangan kedua preman ini awalnya sempat membuat curiga salah seorang peserta diskusi. Maklum, satu diantara kedua pemuda tersebut dikenal sebagai kontraktor berlatar belakang preman.

Curiga dengan kedatangan kedua pemuda itu, kemudian si peserta diskusi tersebut mencoba berbincang-bincang dengan keduanya seraya mempertanyakan tujuan kedatangan mereka. Pasalnya, dari tatapan mata kedua pemuda ini jelas terlihat jika mereka tengah mencari seseorang.

Sesaat kemudian, kedua pemuda ini pun langsung bergerak ke arah meja Adnan yang tengah diwawancara oleh salah seorang wartawan. Sementara puluhan peserta diskusi lainnya terlihat asik bercerita satu sama lain.

Entah apa yang dibicarakan, tiba-tiba kedua pemuda tersebut langsung menarik tangan Adnan dan menggiringnya keluar ruangan. Menariknya, ketika melintas di samping meja peserta yang dikenal tadi, mereka permisi seraya berkata “ Permisi kami pinjam dulu kawan abang ini sebentar,” ujar si peserta diskusi tersebut menirukan keduanya.

Mengetahui ada gelagat kurang baik dari kedua pemuda ini, si peserta diskusi tadi kemudian memberitahu Ketua DPT FIMRI, Ir Robert Hendriko  untuk segera menyelamatkan Adnan. Hendriko bersama teman-teman aktifis lainnya pun, langsung bergerak mengikuti arah Adnan digiring.

Dan benar saja, di salah satu ruangan Adnan tengah diinterogasi oleh keduanya. Tak terima dengan sikap kedua pemuda tersebut, Hendriko bersama teman-temannya, akhirnya berhasil membawa kembali Adnan ke ruang diskusi.

Adnan mengatakan, percobaan penculikan dirinya itu diduga berkaitan dengan laporan yang sampaikan ke Polda Riau beberapa waktu lalu terkait dugaan penyimpangan proyek di Dinas PU Riau. “ Saya menduga kedua pemuda tersebut merupakan suruhan seseorang yang pernah menjadi pejabat di Dinas PU Riau”, ujarnya.

Dugaan percobaan penculikan itu juga dibenarkan oleh salah seorang aktifis, Hendri. Ia mengaku, sekitar dua jam sebelum insiden terjadi dirinya sudah mencium adanya gelagat kurang baik. Pasalnya, sejumlah preman yang diduga berasal dari salah satu Ormas Kepemudaan tampak duduk di lobby hotel.

“Dari tadi saya memang sudah curiga dengan sejumlah pemuda tersebut. Soalnya dari tatapan mereka sepertinya mereka tengah mencari seseorang. Untung ada kawan-kawan sehingga Adnan bisa selamat ”, ujar Hendri prihatin. (fin)

 

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini