Polsek Rengat Barat Mediasi Warga Dengan PLN

Redaksi Redaksi
Polsek Rengat Barat Mediasi Warga Dengan PLN
RENGAT, riaueditor.com- Setelah ratusan warga dari Desa Kotalama, Air Jernih, Alang Kepayang dan Danau Baru, mendatangi kantor Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Kotalama, manajemen PLN Area Rengat langsung mengadakan pertemuan dengan perwakilan warga yang dimediasi pihak Polsek Rengat Barat.

Kapolsek Rengat Barat, Kompol Nipwin Hutabarat dikonfirmasi wartawan mengaku telah melakukan mediasi antara pihak PLN Area Rengat dengan perwakilan warga empat desa di kantor PLTD Kotalama, Rabu (16/7) siang tadi.

"Mediasi ini menindaklanjuti aksi warga yang sebelumnya mendatangi kantor PLTD Kotalama, menyampaikan protes terkait pemadaman listrik yang tidak terjadwal, pada Selasa (15/7) malam kemarin," sebutnya.

Nipwin juga menjelaskan, bahwa dalam pertemuan itu pihak PLN Area Rengat menjelaskan penyebab pemadaman listrik yang terjadi di sistem Rengat. Setelah mendengar penjelasan dari PLN, akhirnya warga mengerti dan menerima penjadwalan pemadaman dilakukan dengan sistem hidup 2 hari dan padam satu hari.

Sementara itu, Manajer PLN Area Rengat, Armunanto membenarkan telah melakukan pertemuan dengan perwakilan warga empat desa di PLTD Kota Lama.

"Pertemuan ini kami manfaatkan untuk memberikan sosialisasi terkait defisit daya yang saat ini terjadi di PLN Area Rengat," jelasnya.

Armunanto mengungkapkan sampai saat ini dua unit mesin pada Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Tanah Merah masih mengalami kerusakan, sehingga PLN harus mengalami defisit daya hingga mencapai 6 MW. Bahkan upaya perbaikan terhadap mesin 2 unit tersebut baru dilakukan mulai Rabu (16/7) ini, itupun dengan memanfaatkan suku cadang dari mesin unit 3 yang sebelumnya juga mengalami kerusakan.

"Kita sudah sering tekan pihak PLTMG agar segera melakukan upaya perbaikan terhadap unit yang mengalami kerusakan sehingga pasokan daya dapat terpenuhi. Bahkan saat ini PLN tengah menghitung besaran denda yang akan dijatuhkan kepada PT Wika selaku pengelola PLTMG karena tidak mampu memasok daya sesuai dengan kontrak yang telah disepakati," ucapnya.

Armunanto juga mengungkapkan saat ini tengah dilakukan penambahan mesin sewa dengan kapasitas 2 MW di PLTD Kota Lama. Saat ini material mesin sudah tiba dan diperkirakan sebelum lebaran Idul Fitri sudah dapat dioperasikan untuk menutupi defisit daya.

"Kami mohon maaf kepada seluruh pelanggan dengan kondisi ini. Defisit daya ini benar-benar diluar kendali," jelasnya. (Ali)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini