Pangkalan Kerinci Dikepung Banjir, Warga Mulai Kaitkan Sosok Calon Pemimpin

Redaksi Redaksi
Pangkalan Kerinci Dikepung Banjir, Warga Mulai Kaitkan Sosok Calon Pemimpin
zul/riaueditor.com

PELALAWAN, riaueditor.com - Pangkalan Kerinci yang notabene Ibukota Kabupaten Pelalawan bertahun-tahun masih saja diselimuti masalah serius yakni banjir. Biang keladinya tak lain lumpuhnya drainase pembuangan air, sehingga bila hujan deras dengan duraai yang cukup lama tak pelak Pangkalan Kerinci dikepung banjir.

Dari catatan riaueditor.com, mulai tokoh masyarakat, tokoh muda, anggota dewan, aktifis hingga rakyat biasa kerap bersuara lantang meminta pemangku kepentingan di daerah bermotto seiya sekata agar fokus untuk melakukan terobosan dan inovasi dalam mengurai permasalahan drainase lumpuh di Ibukota Pangkalan Kerinci. 

Puncaknya, saat hujan yang informasinya merata di Pelalawan terjadi pada Jumat (18/9/2020) lalu sejak sore hingha malam dengan durasi 4 jam lebih menyebabkan Kota Pangkalan Kerinci terkepung banjir. Lokasi yang belum pernah tergenang airpun tak luput dari banjir uang rata-rata setinggi lutut hingga paha orang dewasa tersebut.

Kejadian banjir di Ibukota kemaren, banyak diabadikan warga dan diposting di media sosial. Sejumlah besar dari mereka mengaitkan sosok pemimpin Kabupaten Pelalawan kedepan agar bisa fokus dan mencari solusi agar dapat mengatasi banjir di Ibukota. Tak hanya pemukiman warga, jalan-jalan sejumlah titik di Ibukota juga tergenang air, hingga drainase tak lagi terlihat. 

Salah satu warga yang ditemui di jalan Pemda, syafrul (46) kepada suara aktual, Ahad (20/9/2020) menyampaikan bahwa mendadak pada Jumat malam kondisi dipemukiman warga seperti sungai dan danau.

"Parit jalan saja tak kelihatan terlebih jalan. Hujan dalam durasi yang cukup lama membuat air menggenang. Pembuangan air yang berada di Jalan Pinang hingga ke pipa gas dekat wajib senyum tak berfungsi baik. Apalagi drainase di jalan pemda tak bisa menampung hingga air meluap. Banyak lokasi disini yang biasa belum pernah rumahnya kebanjiran kini harus rela tergenang. Keluarga Saya saja di desa makmur sampai diungsikan ke segati langgam," bebernya.

Mendadak, Syafrul mengatakan agar pemimpin yang dipilih rakyat di Pilkada Pelalawan nanti fokus mengatas banjir dan kerusakan jalan di Ibukota Pangkalan Kerinci.  

"Kita ini masalahnya banjir dan banyak jalan yang belum diaspal. Aneh saja kalau di Ibukota masalahnya masih klasik. Tak ada keseriusan selama ini mengurai permasalah banjir, jalan rusak dan lain-lain di Ibukota ini. Pemimpin ke depan harus serius membangun dan menata kembali Ibukota Pelalawan ini. Ini wajah Pelalawan jangan malah tak dihiraukan," ucapnya.  

Dari catatan suaraaktual,hujan yang melanda pada Jum'at lalu berdampak parah di pemukiman dan komplek  perumahan warga. Warga banyak bingung dan tak menyangka bahwa hujan yang cenderung tak begitu deras namun dengan durasi 4 jam tersebut mengakibatkan banjir dan menggenang rumah mereka.

"Siapapun nanti terpilih jadi Bupati dan Wakil Bupati, Kita minta fokus membangun dan memperbaiki drainase lumpuh di Ibukota dan masalah-masalah lainnya yang dihadapi warga. Jangan cuma janji-janji. Ini ibukota wajah Kabupaten Pelalawan," tegas para emak-emak yang ditemui riaueditor.com yang rumahnya kebanjiran. (ZoelGomes)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini