PMII Desak Kejati Riau Tangkap Dan Tersangkakan HM Haris Dalam Kasus DTT Pelalawan

Redaksi Redaksi
PMII Desak Kejati Riau Tangkap Dan Tersangkakan HM Haris Dalam Kasus DTT Pelalawan
jsn/riaueditor.com

PEKANBARU, riaueditor.com - Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Riau dan Kepulauan Riau, Kamis (21/12)  sore menggelar aksi unjukrasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru. 

Dalam aksinya, mereka mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, untuk menangkap dan mentersangkakan, HM.Haris dan Anaknya Adi Sukemi dalam kasus dugaan Tindak pidana korupsi (Tipikor) Bantuan Tidak Terduga (BTT) Kabupaten Pelelawan, yang merugikan keuangan negara hingga miliaran rupiah. 

Mereka juga mempertanyakan komitmen Kejati Riau dalam penanganan kasus Tipikor DTT Pelalawan. Pasalnya, hingga saat ini, Kejati Riau, hanya menetapkan tiga orang tersangka. Sementara aktor utamanya masih bebas menghirup udara segar.

Koordinator aksi, Ali Junjung Daulai, dalam orasinya menyebutkan, Bupati Pelelawan, HM Haris, jelas-jelas telah mengembalikan uang kerugian negara sebesar Rp.200 juta. Itu satu bukti kuat, bahwa yang bersangkutan turut serta menikmati uang hasil korupsi DTT tahun 2012 silam. Namun Kejati Riau terkesan tidak ada niat untuk melanjutkan proses hukum terhadap HM Haris. Padahal, sesuai undang-undang Tipikor sudah jelas, pengembalian uang hasil korupsi tidak akan menghentikan proses hukum, teriak Ali Junjung.

Lagi kata Ali Junjung, kami mempertanyakan Komitmen Kejati Riau, dalam penanganan kasus korupsi di Riau. Karena pengusutan kasus DTT Pelelawan, terkesan hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Jika memang ada komitmen membumi hanguskan koruptor di Riau, Tangkap dan tersangkakan Bupati Pelalawan, HM Haris dan anaknya, Adi Sukemi, mantan anggota DPR RI beserta kroni-kroninya, sebut Ali Junjung.

Ali Junjung menegaskan, PMII akan terus memantau perkembangan proses hukum dugaan Tipikor DTT Pelelawan. Jika proses hukum terhadap  HM.Haris beserta konco-konconya tidak dilakukan, maka PMII akan kembali menggelar aksi dengan mengerahkan massa lebih banyak lagi, teriaknya.

Setelah berorasi sekitar 30 menit, Kasi Penkum Kejati Riau, Azrijal didampingi Gaos Wicaksono, memberikan penjelasan  kepada peserta aksi. Menurut Azrijal, Kejati Riau berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus dugaan korupsi DTT Pelelawan.  Hal tersebut dibuktikan dengan tengah berjalannya proses persidangan di Pengadilan, terangnya. 

Dia juga mengajak PMII, untuk hadir saat persidangan, agar jangan salah menilai, terhadap penanganan kasus DTT Pelelawan. "Mari kita ikuti proses persidangan, nantinya akan terkuak siapa saja yang terlibat dalam kasus DTT Pelalawan tersebut, terangnya.

Pantauan di lokasi aksi, sempat terjadi debat kusir antara mahasiswa dan Kasi.Penkum Kejati Riau. Peserta aksi menampik penjelasan Azrijal. 

"Kami datang kesini hanya untuk mempertanyakan, status hukum HM.Haris dan anaknya, Adi Sukemi beserta konco-konconya yang diduga turut serta menikmati hasil korupsi  DTT Pelelawan. Bukan proses hukum terhadap anak buahnya yang tengah disidangkan di pengadilan Tipikor," sanggahnya.

Dengan suara sedikit meninggi, Azrijal menanyakan latar belakang pendidikan, koordinator aksi, Ali Junjung Daulai. "Anda kuliah di jurusan apa ??? spontan dijawab, Jurusan Hukum" mendengar jawaban tersebut, Azrijal kembali mengajak peserta aksi, untuk turut menyaksikan persidangan. 

"Mari kita ikuti fakta  persidangan, nanti akan terkuak siapa saja yang terlibat  dalam kasus dugaan Tipikor DTT Pelelawan tersebut," ujarnya.

Ditambahkan Azrijal, terkait tuntutan adek-adek mahasiswa, status hukum Bupati Pelalawan, HM Haris dan Adi Sukemi dan lainnya, kita tidak bisa berasumsi atau beropini. Mari kita ikuti proses persidangan. Nanti kalau alat bukti mencukupi, tidak tertutup kemungkinan akan ada tersangka baru, pungkasnya.(jsn)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini