Masyarakat Kelayang Mulai Resah, Camat Umar Belum Diganti

Redaksi Redaksi
Masyarakat Kelayang Mulai Resah, Camat Umar Belum Diganti
ist/zul
Pertemuan warga Desa Kelayang dengan tokoh masyarakat guna mendesak kedua oknum pegawai yang meresahkan warga tersebut hengkang dari pemukiman masyarakat Kelayang Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, belum lama ini.

RENGAT, riaueditor.com - Memasuki sepekan ini, oknum Camat Kelayang, Umar, S.Sos tidak diperkenankan masyarakat untuk melaksanakan aktifitas tugasnya sebagai Camat. Sejak permohonan masyarakat untuk menolak keberadaan Camat di Kelayang, namun Bupati Inhu, Yopi Arianto nampaknya masih mempertahankan Camat Kelayang ini.

Hal ini bisa dibuktikan saat ratusan masyarakat Kelayang mendatangi kantor Camat Kelayang pada Kamis (13/07/17) lalu, yang meminta agar Camat Umar S.Sos hengkang dari Kecamatan Kelayang, serta dengan Bidan Puskesmas Polak Pisang, Kelayang, YK (37) agar tidak lagi bertugas sebagai bidan di Puskesmas Polakpisang. 

Namun hingga kini, baik Umar selaku Camat Kelayang maupun YK sebagai bidan Pukesmas masih saja bertugas sebagai ASN di tempat mereka bekerja.

Tokoh masyarakat Kelayang yang juga mantan anggota DPRD Inhu, Japrizal dikonfirmasi Rabu (19/07/17) mengatakan, kini masyarakat Kecamatan Kelayang merasa kesal dan resah, karena permintaan masyarakat Kelayang untuk menghengkangkan Camat Umar dan bidan Yessi tidak terealisasi di Pemkab Inhu, hingga saat ini Camat Umar dan Bidan Yessi masih tenang tenang saja.

            

Hal ini membuat masyarakat menjadi resah dan kesal, yang bisa berimbas akan terjadinya aksi unjuk rasa untuk menurunkan Camat Kelayang dari jabatannya, sekaligus mengusir Yessi Kartika dari Puskesmas Polakpisang, Kelayang, aksi ini bisa terjadi jika apa yang disepakati masyarakat tidak ditindak lanjuti oleh Bupati Inhu, Yopi Arianto, Kata Jeprizal.

            

"Kami akan datangi kantor Camat Kelayang untuk melakukan penyegelan kantor camat itu, artinya selama dalam penyegelan semua aktifitas tidak diperkenankan untuk bekerja," papar koordinator aksi massa yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini.

Selain itu, tambah Ketua Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Kab Inhu ini, setelah nantinya menyegel kantor Camat Kelayang, massa melanjutkannya ke kantor DPRD Inhu dan seterusnaya ke kantor Bupati Inhu, "Apa acaranya nantilah," ucap Jeprizal.

            

Sekcam Kelayang, Zulfikar dikonfirmasi Rabu (19/7) mengatakan, Camat Kelayang hingga saat ini masih dijabat oleh Umar S.Sos, tidak benar kalau ada pejabat yang menggantikan Umar, semua surat menyurat masih ditanda tangani oleh Umar.

            

Menjawab pertanyaan Wartawan, Zulfikar menambahkan, setiap harinya Camat Umar masih masuk kantor, hanya saja tidak selama saat belum ada permasalahan, "Yah sepuluh hingga dua puluh menit lah," katanya.

Setelah memberikan pengarahan dan tanda tangan absen maupun surat menyurat yang harus ditanda tangani Camat Umar, maka Camat Kelayang itu beranjak keluar kantor.

            

"Saya tidak mengetahui persis apa yang menjadi permasalahan Camat Umar hingga dia tidak betah bekerja dan duduk di ruangannya, silahkan Tanya sendirilah kepada yang bersangkutan," tambah Zulfikar .

Kasi Trantib Kecamatan Kelayang, Abd Kadir Tarigan mengatakan, tiga hari sebelum kejadian dia sudah mengingatkan kepada Camat Umar, untuk tidak melanjutkan hubungannya dengan YK, artinya segera menyudahi dugaan hubungan intim itu. Namun yang terjadi, masalah hubungan Camat Umar dan bidan YK akhirnya berbuntut panjang setelah Camat Umar mengantar bidan YK ke kediamannya. (zul)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini