Masyarakat Kecewa, Pelabuhan Bersejarah Dibongkar Bea dan Cukai Bagansiapiapi

Redaksi Redaksi
Masyarakat Kecewa, Pelabuhan Bersejarah Dibongkar Bea dan Cukai Bagansiapiapi
hen/riaueditor
Masyarakat Kecewa, Pelabuhan Bersejarah Dibongkar Bea dan Cukai Bagansiapiapi
BAGANSIAPIAPI, riaueditor.com - Seluruh elemen masyarakat di Bagansiapiapi kecewa ketika eks pelabuhan bersejarah di samping Masjid Muslimin Bagansiapiapi dibongkar. Pembongkaran justru dilakukan oleh Kantor Bea dan Cukai Bagansiapiapi.

Kekecewaan tersebut disampaikan oleh  Jaka Abdillah, juru bicara masyarakat Rohil saat konferensi pers di Kantor Panwas, Bagansiapiapi, Sabtu (27/2). Atas pembongkaran tersebut, sebut Jaka seharusnya pihak Bea Cukai melakukan sosialisasi terlebih dahulu.

"Pelabuhan itu merupakan saksi sejarah kejayaan Bagansiapiapi sebagai daerah penghasil ikan terbesar kedua di dunia. Tidak bisa dengan seenaknya menghilangkan situs bersejarah masa lampau," papar Ketua PWI Rohil ini.

Pembongkaran situs sejarah kejayaan di masa lampau tersebut menurutnya telah mencederai masyarakat Bagansiapiapi.

"Apakah Bea Cukai tak tahu bahwa pelabuhan tersebut merupakan saksi sejarah kejayaan Bagansiapiapi sebagai penghasil ikan nomor dua di dunia" tambah Jaka lagi.

Perlu diketahui, keberadaan Pelabuhan Bagansiapiapi tempo dulu ini dibangun oleh Belanda pada masa penjajahan.Di bekas pelabuhan tersebut juga masih tersisa meriam besi yang tertanam di halaman Kantor Bea dan Cukai Bagansiapiapi.

"Perlu kami sampaikan, ini gerakan moral, bukan pencitraan. Apa yang akan diceritakan kepada generasi yang akan datang jika situs sejarahnya sudah dihilangkan," tegas Jaka lagi.

Di sisi lain, pihaknya juga menyayangkan terkait adanya pernyataan salah seorang anggota DPRD Rokan Hilir yang mendukung langkah Bea dan Cukai Bagansiapiapi membongkar eks bukti sejarah kejayaan Rokan Hilir di masa lalu tersebut.

"Apakah pernyataan itu merupakan pernyataan resmi lembaga wakil rakyat atau pernyataan pribadinya. Baiknya, kalau tidak mendukung upaya yang dilakukan oleh elemen masyarakat, wakil rakyat itu diam dan belajar sejarah dulu, baru berkomentar," ujar Jaka.

Pasca pemekaran Kabupaten Rokan Hilir, upaya pendataan dan perlindungan terhadap situs sejarah sudah pernah dilakukan oleh elemen masyarakat. Namun kondisi sosial politik pada masa itu memang tidak mendukung, maka upaya tersebut gagal dilaksanakan.

Ada pun langkah konkrit yang akan diambil pihaknya, Jaka menyebutkan pada Senin (29/2) mendatang, pihaknya akan mengirimkan petisi penolakan terhadap pembongkaran eks pelabuhan Bagansiapiapi ini, di mana petisi tersebut akan ditembuskan kepada Bupati Rokan Hilir untuk mengambil langkah penyelamatan.

"Pengelolaan pelabuhan di Indonesia, sejatinya di bawah naungan Pelindo. Akan tetapi, mengapa yang membongkar pelabuhan justru Bea Cukai," tandas Jaka mengakhiri.(hen)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini