MPBI Inhu Kutuk Aksi Premanisme Buruh di PKS PT Karisma Agro Sejahtera

MPBI Inhu: Pemerintah Harus Bekukan Organisasi Buruh yang Gunakan Cara Premanisme
Redaksi Redaksi
MPBI Inhu Kutuk Aksi Premanisme Buruh di PKS PT Karisma Agro Sejahtera
riaueditor.com/zulpen
Aksi penganiayaan ratusan buruh di lokasi Pabrik PT KAS, MPBI Kawal Kasus Peremanisme Anggota Serikat Buruh di Inhu.

INHU - Sejumlah organisasi serikat buruh di Kabupaten Indragiri hulu (Inhu) Riau, mengutuk aksi premanisme yang mengatasnamakan Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI). 

Hal ini ditegaskan Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) kabupaten Inhu, Zulpendy menyikapi aksi pengeroyokan yang dilakukan oleh ratusan orang dengan korban sedikitnya 5 orang pengurus Serikat Pekerjaan - Niaga Bank dan Jasa Asuransi (SP-NIBA) yang terjadi di halaman pabrik kepala sawit PT Karisma Agro Sejahtera (PT KAS) Batu Papan Kecamatan Batang Cenaku, Rabu (19/5/2021) kemarin.

"Kami yang tergabung dalam Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) kabupaten Inhu terdiri dari lima federasi mengutuk dengan keras aksi premanisme yang mengatas namakan serikat pekerja di pabrik PT KAS Kecamatan Batang Cenaku, kabupaten Inhu," kata ketua Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) Kabupaten Inhu Zulpendy kepada wartawan, Kamis (20/5/2021) di Pematang Reba.

Dikatakan Zulpendy, atas aksi peremanisme pengeroyokan yang mengatas namakan serikat pekerja dan menimbulkan korban luka tidak bisa ditolerir lagi, aparat penegak hukum harus memberikan sanksi berat kepada pelaku dan pemerintah daerah segera membekukan organisasi buruh yang menggunakan cara-cara premanisme dan membubarkan organisasi pekerja tersebut.

"Aksi pengeroyokan di depan umum dan di hadapan polisi saat itu menimbulkan korban yang menderita dan menjalani rawat inap, juga hampir mengorbankan polisi, kami minta Pemda membekukan serikat pekerja SPTI di Inhu yang menggunakan cara premanisme," tegas Zulpendy.

Dijelaskan Zulfendy, peristiwa semacam itu tidak boleh ada lagi terjadi di Kabupaten Inhu yang kita cintai, semua serikat pekerja punya hak yang sama untuk dapat pekerjaan dan tidak ada lagi monopoli pekerjaan serta tidak boleh hanyalah serikat tertentu yang dapat pekerjaan, semua serikat pekerja yang menggunakan cara-cara premanisme di Inhu harus disikapi serius oleh pemerintah Kabupaten Inhu.

"Apabila ini terus dibiarkan akan berdampak buruk ke depannya, seolah-olah ada pembiaran baik itu secara administrasi maupun secara hukum," ujarnya.

Dikatakannya juga, bahwa kejadian pengeroyokan di depan pabrik PT KAS sudah bisa anggap kejadian luar biasa dan penganiayan berat serta pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM) oleh oknum serikat pekerja tertentu dan harus diproses secara hukum.

"Mereka sudah menganggap hukum tidak berlaku lagi di negeri ini, sehingga menerapkan cara cara premanisme," kata Zulfendy yang juga salah satu ketua serikat pekerja di Kabupaten Inhu.

Pihaknya dari MPBI dan 5 serikat pekerja lainya, terus memantau kasus pengeroyokan di lokasi depan pabrik PT KAS tersebut, MPBI minta penyidik Polres Inhu serius menangani perkara penganiayaan berat di depan pabrik PT KAS kamrin, dan pihaknya juga menyesali atas tidak adanya sikap pemerintah daerah mengantisipasi hal semacam itu terjadi di Inhu.

"Polemik antar serikat boleh dikatakan seperti bom waktu di Inhu, karena tidak ada ketegasan sedikitpun dari pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan permasalahan monopoli serikat pekerja," ungkapnya.

Pihak MPBI Kabupaten Inhu menilai, semua permasalahan serikat pekerja yang terjadi di Inhu terkesan ada pembiaran dikarenakan banyaknya kepentingan pihak-pihak tertentu.

"Mungkin melalui bupati baru di Inhu, nanti kami berharap pemerintah bisa bersikap tegas dalam menyikapi hal-hal semacam ini," harapnya.

 

Dengan tegas lagi Zulfendy meminta kepada Kapolres Inhu menindak dengan tegas siapapun yang terlibat dalam kasus pengeroyokan terhadap pengurus SP-NIBA di Desa Batu Papan, baik itu yang di lapangan maupun aktor intelektualnya.

"Pemerintah harus secepatnya membuat satu keputusan baik, yaitu Perda maupun Perbup untuk menertibkan serikat serikat yang bergaya premanisme," harapnya.

MPBI Inhu memantau proses perkara pengeroyokan dan pelaku peremanisme dari serikat pekerja, jika tidak berjalan sesuai ketentuan, tidak tertutup kemungkinan dari lima federasi serikat pekerja di Inhu akan turun meminta Forkompinda Inhu mengambil langkah tegas, tutupnya. ***


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini