Listrik Mati dari Pagi Sampai Sore, Warga Sebut PLN Inhu `Edan`

Redaksi Redaksi
Listrik Mati dari Pagi Sampai Sore, Warga Sebut PLN Inhu `Edan`
ilustrasi
RENGAT, riaueditor.com - Masyarakat kabupaten Indragiri Hulu kembali diresahkan dengan ulah PLN yang dinilainya "Edan" dalam memberi pelayanan kepada masyarakat, "Bayangkan bagaimana rasanya listrik seharian mati, semua aktifitas terhenti," kata Hermanto kecewa.

Parahnya lagi sambung Hermanto, belum satu jam menyala listrik kembali mati sekitar pukul 17.45 wib, "Makanya kami sebut PLN di Inhu benar-benar `Edan`," sebut Hermanto, kesal.

Terpisah, Masno (45) warga Belilas kecamatan Siberida kabupaten Inhu menilai kinerja PLN Cabang Rengat terburuk se Indonesia, "Ini sepertinya ada unsur disengaja, karena berbuat semau perutnya saja," ungkap Masno.

Tak hanya PLN, Masno juga menyalahkan Bupati Yopi yang tak bergerak mencarikan solusi agar rakyat hidup sejahtera dengan listrik yang menyala tanpa henti.

"Harusnya pemerintah sebagai penguasa tempat rakyat mengadu dan berlindung memikirkan bagaimana rakyat selama ini setengah pingsan dikerjai PLN. Bupati Yopi harus ambil sikap seperti yang dilakukan Bupati Pelalawan dengan program Pelalawan Terang," beber Masno.

Masno juga menilai PLN Cabang Rengat pembohong besar, dulu sebelum PLTMG berdiri mereka mengatakan PLTMG akan mampu mengatasi krisis listrik di Tiga kabupaten yang berada dibawah PLN Cabang Rengat.

Kenyataan yang terjadi justru sebaliknya. Baru-baru ini PLN Cabang Rengat kembali berjanji kepada masyarakat bahwa akan melakukan penambahan mesin untuk mengatasi defisit listrik yang terjadi di Inhu.

"Namun apa lacur? kalau listrik tidak mati bukan Inhu namanya," imbuh Masno.

Sementara itu Manager PLN Cabang Rengat belum dapat dikonfirmasi terkait hal ini. (Ali)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini