Konflik Lahan Masyarakat Vs PT NWR Kembali Mencuat, GMP Sampaikan Aspirasi

Redaksi Redaksi
Konflik Lahan Masyarakat Vs PT NWR Kembali Mencuat, GMP Sampaikan Aspirasi
zul/riaueditor.com
Konflik Lahan Masyarakat Vs PT NWR Kembali Mencuat, GMP Sampaikan Aspirasi
PKL.KERINCI, riaueditor.com - Masyarakat Desa Segati Dusun Tasik Indah Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan menggelar aksi demo di gedung DPRD Pelalawan, Kamis (20/8/2015) siang. Aksi ini terkait sengketa lahan dengan PT Nusa Wana Raya (NWR), anak perusahaan bubur kertas PT RAPP.

Ratusan masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Pelalawan (GMP) di Kantor DPRD Kabupaten Pelalawan, berkumpul pada pukul 10.00 Wib sambil mengelar orasi dengan tertib rombongan menuju ruang rapat lantai tiga kantor DPRD yang diterima Wakil Ketua DPRD Suprianto, Ketua Komisi I dan anggota serta forkopimda. Selang beberapa menit acara dimulai Bupati Pelalawan HM Harris tiba pada pertemuan tersebut.

Kendati rapat sempat memanas dan hujan intruksi terus berlanjut. Namun  saat Bupati tiba suasana sempat mereda. Spontan saja pengunjuk rasa ini tepuk tangan kendati tidak ada komando yang diberikan. Mungkin terselip harapan di hati mereka dengan kedatangan orang nomor satu di Kabupaten Pelalawan tersebut bisa meperjuangkan aspirasi demontsran.

Proses dialog kembali dilanjutkan, Bupati Pelalawan HM Harris memberikan kesempatan besar kepada masyarakat untuk menumpahkan keluh kesahnya. Tak pelak kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk menyampaikan aspirasi mereka. Bertubi-bertubi pertanyaan dilantorkan pengunjuk rasa ini. Umumnya para demonstran ini meminta persoalan sengketa lahan PT NWR dengan masyarakat dapat diselesai secepatnya, supaya ada kejelasan hak rakyat kecil.

Mendapat pertanyaan bertubi-tubi dari warganya ini, HM Harris merespon dengan cekatan.

"Saya pastikan, aspirasi masyarakat akan diperjuangkan, baik tingkat daerah, provinsi, ataupun nasional. Namum satu yang perlu diingat masyarakat harus berjalan pada koridor yang benar dan sesuai aturan perundangan-undangan," ujar Harris seraya melanjutkan setiap persoalan pasti ada solusinya, jadi masyarakat juga harus bersabar.

Pada kesempatan tersebut Bupati juga menyarankan, agar aspirasi yang disampaikan jangan diboncengi oknum yang memanfaatkan kondisi ini.

"Kita harus berpikiran jernih menyikapi hal ini, masyarakat juga jangan mudah terprovokasi sehinga bertindak melanggar hukum," ungkap HM Harris.

Terkait dengan permasalah konflik lahan denga PT NWR, HM Harris mengharapkan agar data pemilik lahan dilaporkan ke pemerintah.

"Ini masalah lahan, jadi perlu pendataan pemilik lahan yang sesungguhnya, laporkan secara benar, tunjukan dimana lokasi lahannya, tunjukkan dengan pemerintah dengan dokumen yang diakui secara administrasi. Kita akan tetap perjuangkan, mereka adalah masyarakat saya, maka saya pastikan akan diperjuangkan, sepanjang itu tidak menyalahi aturan undang-undang yang ada," tegas Bupati HM Harris.(zul)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini