Konflik Duo Srikandi Desa Tanah Datar Harus Diakhiri

Redaksi Redaksi
Konflik Duo Srikandi Desa Tanah Datar Harus Diakhiri
ilustrasi
RENGAT, riaueditor.com - Konflik yang terjadi di Desa Tanah Datar Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) harus menjadi Perhatian Pemerintah Inhu, karena dikhawatirkan akan melebar sehingga bermuara terjadinya bentrok fisik antar pendukung kedua srikandi Dwi Rismawati dan Sumini.

Konflik ini berawal dari sikap kritis Kepala Desa (Kades) Tanah Datar Dwi Rismawati menanggapi pekerjaan dua paket proyek Aspirasi Anggota DPRD Inhu yang masuk ke desanya.

Tak terima tanggapan yang disampaikan Kades Tanah Datar, salah seorang pemilik proyek Aspirasi yakni Sumini yang juga Wakil Ketua DPRD Inhu yang juga warga Desa Tanah Datar kemudian membeberkan indikasi penyimpangan penggunaan alokasi dana desa (ADD) yang dikelola Kades Tanah Datar, Dwi Rismawati.

Hingga berujung pada  Aksi penyegelen kantor desa Tanah Datar oleh sekelompok warga yang disinyalir pro Sumini.

Beruntung tim dari Bapemaspemdes (Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa) dan Kantor Kecamatan Rengat turun ke tempat kejadian dan melakukan pencabutan terhadap segel kantor Desa Tanah Datar pada Sabtu (30/1) kemarin.

Menyikapi hal ini, Defrianto Tanius aktifis LSM Forum Pemantau Pembangunan Riau (FP2R) kedua belah pihak saling menahan diri dan mengakhiri pertikaian keduanya, karena hal ini akan meluas timbulnya konflik antar warga pendukung masing-masing pihak yang pada akhirnya situasi keamanan semakin tidak kondusif.

"Terlebih lagi terhadap Sumini yang saat ini menjabat wakil ketua DPRD Inhu, hal ini tentu akan mencoreng nama baik sendiri, sebagai wakil rakyat Sumini semestinya siap untuk dikritisi dan tidak memperalat warga," pungkasnya. (Ali)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini