Komunikasi Putus, Pemerintah Belum Tahu Jumlah Korban Gempa Donggala

Redaksi Redaksi
Komunikasi Putus, Pemerintah Belum Tahu Jumlah Korban Gempa Donggala
(Foto: Basith Subastian/kumparan)
Ilustrasi Gempa Palu

Pemerintah hingga saat ini belum bisa memberikan informasi terkait data jumlah korban akibat bencana gempa 7,4 magnitudo yang mengguncang Donggala dan Kota Palu, Sulawesi Tenggara, Jumat (28/9). Hal itu karena akses komunikasi lokasi bencana masih terputus.

Menkopolhukam Wiranto meminta, seluruh pihak untuk sedikit bersabar sampai pemerintah bisa memperoleh data valid mengenai jumlah korban dan kerusakan atau kerugian akibat gempa dan tsunami.

"Komunikasi masih terputus dari daerah. Besok kita akan lihat untuk komunikasi ini kita usahakan komunikasi seluler agar kita bisa clearkan (masalah data korban dan sebagainya)," kata Wiranto di Kantor Menkopolhukam, Medan Merdeka Barat, Sabtu (29/9).

Namun, jika sampai Sabtu (29/8) pagi akses komunikasi seluler tak kunjung bisa pulih, maka ia akan mengupayakan untuk komunikasi satelit yang sudah disiapkan oleh BNPB dan Kominfo. Akan tetapi perangkat satelit itu baru akan dikirimkan pada Sabtu pagi.

"Sehingga dari pengiriman alat-alat komunikasi itu saya yakini besok sudah ada suatu aktivitas untuk mendata korban dan lain sebagainya. Kami juga ingin segera mengetahui jumlah korban," ucap dia.

Khusus untuk akses komunikasi, Ia mengatakan, Kominfo juga akan berupaya memulihkan dengan memperbaiki instalasi jaringan di Kota Palu.

"Kemudian pemulihan instalasi yang dipakai masyarakat, sistem komunikasi seluler kita bawa perlengkapan instrumen untuk kita perbaiki," kata Wiranto.

Kendala komunikasi menjadi fokus perhatian utama, sebab putusnya komunikasi menyulitkan koordinasi serta pendataan para korban terdampak gempa dan tsunami Palu.

(kumparan.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini