Kecelakaan Lion Air JT-610 Paling Fatal Sejak 1997

Redaksi Redaksi
Kecelakaan Lion Air JT-610 Paling Fatal Sejak 1997
ist.

JAKARTA - Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memastikan bahwa pesawat Boeing 737 Max 8 milik PT Lion Mentari Airlines dengan kode penerbangan JT-610 jatuh di Laut Jawa. Insiden ini merupakan tragedi terburuk di industri penerbangan nasional dalam 2 dekade terakhir.

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) telah berada di lokasi jatuhnya pesawat, yang kebetulan berdekatan dengan salah satu platform milik PT Pertamina Hulu Energi (PHE). Upaya penyisiran dan pencarian tubuh pesawat masih berlangsung sampai sekarang.

"Betul, jatuh di area blok ONWJ (Offshore North West Java), sekitar lapangan Mike tapi jauh dari fasilitas PHE ONWJ," kata VP Relations PHE Ifki Sukarya dalam pesan singkatnya pada Senin (29/10/2018).

Kecelakaan Fatal Pesawat Komersial RI

MASKAPAI TAHUN KORBAN JIWA INSIDEN

LionAir 2018 189                 Jatuh di Laut Jawa

Spirit Avia 2017 1                 Jatuh di Papua

Aviastar         2015 10                 Jatuh di hutan Sulawesi

Airasia 2014 162                 Jatuh di Laut Jawa

Sukhoi 2012 45                 Menabrak Gunung Salak, Jabar

Nusantara Buana 2011 18                 Jatuh di Langkat, Sumut

Merpati Air 2011 25                 Jatuh di perairan Papua Barat

Merpati Air 2009 15                 Menabrak Gunung

Mimika Air 2009 10                 Jatuh di Gunung Gergaji, Papua

Garuda Indonesa 2007 22                 Tergelincir di Bandara Jogja

Adam Air         2007 102                 Jatuh di Selat Makassar

Mandala Airlines 2005 141                 Gagal Takeoff di Bandara Medan

Lion Air         2004 26                 Tergelincir di Bandara Jogja

Garuda Indonesia 2002 1                 Mendarat Darurat di Bengawan Solo, Jateng

SilkAir 1997 104                 Jatuh di Sungai Musi, Palembang

Garuda Indonesia 1997 234                 Jatuh di Medan, Sumut akibat kabut asap

Merpati Air 1997 15                 Jatuh di Belitung

Merpati Air 1995 14                 Jatuh di Flores

Merpati Air 1992 31                 Jatuh di GUnung Papandayan

Mandala Airlines 1992 70                 Menabrak bukit di Ambon

Garuda Indonesia 1987 23                 Tergelincir di Bandara Medan

Garuda Indonesia 1982 27                 Tergelincir di Bandara Lampung

Garuda Indonesia 1979 61                 Menabrak Gunung Pertektekan, Medan

Garuda Indonesia 1975 25                 Kecelakaan akibat cuaca buruk

Garuda Indonesia 1974 33                 Gagal mendarat akibat cuaca buruk

Garuda Indonesia 1972 3                 Kecelakaan

Merpati Air 1971 69                 Jatuh di Samudera Hindia

Garuda Indonesia 1967 22                 Gagal mendarat di Bandara Manado

Chart: Arif Gunawan   Source: Tim Riset CNBC Indonesia

Mengacu pada jumlah korban jiwa, kecelakaan Lion Air kali ini yang merenggut 189 nyawa merupakan kecelakaan pesawat komersial yang terburuk sejak tahun 1997, alias dalam 20 tahun terakhir.

Pada 1997, pesawat Airbus milik PT Garuda Indonesia Tbk yang bernomor registrasi PK-GAI jatuh menabrak pegunungan ketika terbang menuju Bandara Polonia Medan. 

Pemicunya adalah anjloknya jarak pandang akibat pembakaran hutan yang marak di era krisis tersebut dan memicu kabut asap parah.

Kecelakaan Fatal Pesawat Terjadi Rata-Rata 2 Tahun Sekali

Mengacu pada data tersebut, secara rata-rata Indonesia menyaksikan kecelakaan fatal pesawat komersial setiap 2 tahun sekali. Garuda menjadi penyumbang utama, dengan jumlah kecelakaan 10 kali selama 51 tahun tersebut. 

Korban jiwa mencapai 451 orang, atau nyaris sepertiga dari total korban yang jatuh pada periode yang sama sebanyak 1.498 jiwa.

Harus diakui, Garuda memang memiliki masa operasi yang paling lama, yakni sejak 1 Agustus 1947. Namun jika dirata-rata, intensitas kecelakaan Garuda cukup tinggi yakni mencapai 7 tahun sekali, atau masih lebih tinggi dibandingkan maskapai pendatang baru. 

Lion Air, misalnya, dalam 19 tahun operasinya sejak berdiri pada tahun 1999 hanya mencatatkan kecelakaan fatal dua kali, atau rata-rata 9,5 tahun sekali. 

Insiden pertama terjadi pada tahun 2004, ketika pesawatnya tergelincir di Bandara Adi Sucipto menewaskan 26 penumpangnya, dan insiden kedua pada tahun ini.

Dalam kaca mata lebih umum, jumlah kecelakaan pesawat komersial (kargo dan penumpang) di Indonesia masih terhitung tinggi. Menurut Aviation Safety Network, angkanya mencapai 191 kasus dalam 99 tahun terakhir, dengan jumlah korban sebanyak 2.751 orang.

Artinya, 27 orang kehilangan nyawa setiap tahunnya karena kecelakaan pesawat, dalam seabad terakhir. Angka tersebut sedikit meningkat menjadi 29 korban jiwa per tahun dalam 51 tahun terakhir, sehingga perlu perhatian serius dari pemerintah.

Secara umum, Indonesia sebenarnya semakin kuat melaksanakan audit keselamatan International Civil Aviation Organization (ICAO). Pada 2017, efektivitas pelaksanaan audit kelayakan terbang (airworthiness) telah mencapai 90,91%, alias semakin efektif.

(Tim Riset CNBC Indonesia)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini