Jembatan Penghubung Antar Dusun Ambruk Diterjang Banjir

Redaksi Redaksi
Jembatan Penghubung Antar Dusun Ambruk Diterjang Banjir
zul/riaueditor.com
Jembatan Penghubung Antar Dusun Ambruk diterjang Banjir
PELALAWAN, riaueditor.com - Masyarakat Desa Terantang Manuk Kecamatan Pangkalan Kuras mengeluhkan kondisi akses jalan darat penghubung desa menuju jalan Lintas Timur. Pasalnya, Jembatan penghubung yang berada di Dusun II Desa Terantang Manuk kecamatan Pangkalan Kuras putus dan ambruk diterjang banjir akibat intensitas hujan yang tinggi sejak tiga bulan terakhir di Kabupaten Pelalawan.

Jembatan kayu yang baru dua bulan dibangun warga secara swadaya di Dusun II Desa Terantang Manuk menghubungkan masyarakat Dusun I menuju jalan Lintas Timur kecamatan Pangkalan Kuras, ambruk diterjang banjir. Hal ini terjadi akibat meluapnya air dari anak sungai di Dusun tersebut akibat intensitas curah hujan yang tinggi.

"Putusnya jembatan penghubung ini menghambat aktivitas warga setempat," terang salah seorang warga Dusun II Desa Terantang Manuk kecamatan Pangkalan Kuras Ridha (33), Rabu (23/12/2015).

Dikatakannya, karena keterbatasan dana yang ada, maka secara swadaya masyarakat setempat kemudian sepakat untuk menebang dua batang pohon guna dijadikan jembatan darurat, sehingga masyarakat tidak terisolir. Hanya saja, jembatan tersebut hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.

"Kami sangat mendambakan agar Pemkab Pelalawan melalui instansi terkait dapat melakukan perbaikan jembatan ini, sehingga dapat mempermudah akses darat bagi masyarakat untuk melakukan aktivitas. Apalagi selama ini Pemkab kan memiliki anggaran melalui Program Percepatan pembangunan infrastruktur desa dan kelurahan (PPIDK). Jadi, kami harap anggaran dari program PPIDK ini dapat dikucurkan untuk membangun jembatan yang lebih baik dan bagus," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Terantang Manuk Bakri ketika dikonfirmasi, membenarkan adanya jembatan penghubung dengan panjang lima meter yang putus dan ambruk sejak dua bulan lalu. Sedangkan penyebab putus dan ambruk jembatan dengan material kayu ini, akibat hujan deras yang sejak dua bulan terakhir mengguyur Dusun II tersebut.

"Masalah ini telah saya sampaikan dan ajukan kepada Pemkab Pelalawan melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Pelalawan untuk dibangun Box Culvert. Hanya saja, dana pembangunan Box Culvert tersebut cukup besar, sehingga BPMPD telah mengusulkan dana pembangunannya pada anggaran tahun 2016 mendatang. Untuk itu, kita harap pembangunan Box Culvert ini nantinya dapat direalisasikan Pemkab melalui BPMPD, sehingga dapat mempermudah akses bagi masyarakat setempat," tutupnya. (zul)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini