Ini Sosok Dodi Korban Perampokan Pulomas di Mata Sahabatnya

Redaksi Redaksi
Ini Sosok Dodi Korban Perampokan Pulomas di Mata Sahabatnya
Foto: Istimewa
Korban Pembunuhan Pulomas, Jakarta Timur, Dodi Triono

JAKARTA - Dodi Triono pemilik rumah yang menjadi korban perampokan sadis di Pulomas, Jakarta Timur dikenal baik oleh sahabatnya. Teman semasa kuliahnya di Jurusan Arsitektur Universitas Indonesia (UI) pun merasa sangat kehilangan atas kejadian yang menimpa korban.

Sarjono, teman kuliah Dodi, menyatakan terkejut saat mendapat kabar perampokan itu. Saat itu juga ia langsung mendatangi lokasi kejadian yang terjadi di kediaman sahabatnya sejak semasa SMA tersebut.

Sarjono sempat tidak percaya atas kejadian itu. Sebab sekira empat hari lalu, Dodi bersama Sarjono sempat mengadakan pertemuan dengan teman-teman semasa kuliah di UI.

“Empat hari lalu kita sempat ketemuan di salah satu mal di Jakarta. Tak ada tanda-tanda khusus kalau Dodi akan meninggalkan kami, apalagi orangnya baik,” terang Sarjono kepada iNews, Selasa (27/12/2016).

Sarjono mengatakan kedatangannya ke lokasi untuk mendapatkan kabar tempat jenazah akan disemayamkan. Kabar itu nantinya akan disebar ke teman-teman SMA dan kuliah di UI.

“Orangnya itu baik. Tak hanya sekarang, dia jadi ketua RT. Dari dulu ya seperti ketua RT. Pasti semua teman yang pernah interaksi sama dia akan datang takziah,” tandas Sarjono.

Polisi terus menyelidiki kasus perampokan disertai dengan pembunuhan sadis yang terjadi di Jalan Pulomas Utara Nomor 7A, Kayuputih, Pulogadung, Jakarta Timur. Dari informasi yang dihimpun, pemilik rumah yang menjadi korban adalah seorang arsitek.

Seperti diketahui, perampokan sadis itu menewaskan enam orang. Adapun identitas korban tewas yakni Ir Dodi Triono (59) selaku pemilik rumah; Diona Arika Andra Putri (16), pelajar; Dianita Gemma Dzalfayla (9), anak ketiga dari Ir Dodi; Amel, teman anak korban; Yanto, sopir; Tasrok (40), sopir;

Sedangkan lima korban selamat yaitu Emi (41), warga Kampung Cipongpok RT 10 RW 04 Tegallega Lengkong, Sukabumi, pembantu korban; Zanette Kalila Aazaria (13); Santi (22), warga Cikopong Lengkong Sukabumi; Fitriyanim (23), warga Desa Kemanggungan RT 02 RW 02 Kecamatan Ngalian Kebumen, Jawa Tengah, pembantu korban; Windy (23), warga Dusun Karang Sari RT 04 RW 02 Pancaran Banjarnegara, pembantu korban.

(ulu/okezone)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini