Gerakan Rakyat Kampar Desak Kejagung Periksa Jefry Noer

Redaksi Redaksi
Gerakan Rakyat Kampar Desak Kejagung Periksa Jefry Noer
xxx/riaueditor.com
Gerakan Rakyat Kampar Desak Kejagung Periksa Jefry Noer.
PEKANBARU, Riaueditor.com - Dua puluhan mahasiswa Riau yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Kampar (GERAK) melakukan unjuk rasa di halaman Kejaksaan Tinggi Riau Senin (16/11). Dalam aksinya, para mahasiswa itu menuntut pengusutan tuntas dugaan korupsi Bupati Kampar Jefry Noer dan pejabat lain di lingkungan Pemkab Kampar, yang saat ini sedang diselidiki oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) RI.

Selain dugaan korupsi Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) Kabupaten Kampar yang ditangani Kejagung RI, para mahasiswa juga mendesak Kejati Riau untuk menuntaskan dugaan korupsi pengadaan Baju Koko Kampar.

Baju koko tersebut diberi nama Jeva (Jefry Noer- Eva Yulina), yang disinyalir telah merugikan keuangan negara hingga Rp 2,4 Miliar.

"Sejak tahun 2012, Bupati Kampar Jefry Noer telah menimbulkan permasalahan serius di Kabupaten Kampar, dengan membuat program dan menganggarkan untuk seluruh SKPD dan Tim Pemenangan Jefry Noer sewaktu Pilkada dulu," sebut Rahmat Yani, kordinator aksi saat berorasi.

Menurutnya, sejumlah kasus dugaan korupsi‎ lainnya yang diduga juga melibatkan Jefry Noer yakni, dugaan korupsi plesiran Jefry Noer bersama istrinya Eva Yuliana beserta putra kandungnya Rahmad Jevari Juniardo ke Eropa.

"Kemarin Jefry Noer melancurkankan program andalannya yaitu P4S. Yang mana semua program ini dilaksanakan di tanah pribadinya yang dijadikan sebagai tempat pusat kegiatannya. Sehingga menghabiskan APBD Kampar yang juga uang negara sebesar Rp 2,1 Triliun," sambungnya.

Meski telah menghabiskan uang negara sebanyak itu, kata Rahmat, namun out Put dari program P4S tidak jelas bagi masyarakat Kampar khususnya.

"Kita ingin mengetahui, sejauh mana penyelidikan dugaan korupsi P4S yang tengah dilakukan Kejagung RI," kata Rahmat.

Menanggapi aksi tersebut, Asisten Intelijen Kejati Riau M Naim mengatakan, saat ini kasus tersebut sedang diselidiki. "Kasus ini baru pemeriksaan awal, silahkan pantau kinerja kami dan saya juga ucapkan terima kasih atas dukungan teman-teman kepada kami," kata Naim.(xxx)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini