Dugaan Korupsi, AMAK Rohul Demo RSUD Pasir Pangaraian

Redaksi Redaksi
Dugaan Korupsi, AMAK Rohul Demo RSUD Pasir Pangaraian
rly
Dugaan Korupsi, AMAK Rohul Demo RSUD Pasir Pangaraian
PS.PENGARAIAN, riaueditor.com - Aliansi Masyarakat Anti Korupsi  (AMAK) melakukan aksi demo ke RSUD Pasir Pangaraian atas dugaan korupsi Pembangunan RSUD tersebut.

Massa yang yang berjumlah sekitar 20-an ini melakukan long marc mulai dari Simpang Tangun menuju RSUD Pasir Pengaraian yang terletak di Desa Rambah Tengah Utara, Kecamatan Rambah.

Dalam perjalanan sekitar 3 Km dari titik kumpul massa, yakni simpang Tangun tersebut, membentang spanduk bertuliskan, "Bebaskan negeri ini dari koruptor, dan tangkap semua koruptor yang ada di Rohul". Pemandangan ini sontak membuat warga sekitar kaget. Aksi ini juga sempat membuat macet jalan raya.

Koordinator aksi AMAK Rohul yang juga ketua DPD Perhimpunan Pemuda Riau, Habibi, dalam orasinya di halaman RSUD Pasir Pengaraian mengatakan, dari sekian banyak kasus korupsi yang ada di Rohul diantaranya adanya dugaan "Mark Up" anggaran pengadaan alat-alat kesehatan di RSUD Pasir Pengaraian senilai Rp1,7 miliar pada tahun anggaran 2011 silam.

"Sejauh ini ada 3 indikasi korupsi yang terjadi di RSUD Pasir Pengaraian sesuai data yang kita dapatkan," kata Habibi.

ASambunya, Adanya korupsi pengadaan obat-obatan di RSUD Pasir Pengaraian yang telah dianggarkan sekitar Rp9,9 miliar pada tahun yang sama.

"Meski sudah dianggarkan dengan nilai yang fantastis, namun tetap saja masyarakat harus membeli obat-obat di Apotek dengan harga mahal," ketusnya.

Kecuali itu, setelah dianggarkan sekitar Rp465 juta untuk biaya pengecatan RSUD Pasir Pengaraian dan biaya konsultannya sebesar Rp20 juta serta konsultan pengawas sebesar Rp15 juta yang dianggarkan pada tahun 2014 lalu. Namun kenapa tidak ada realisasi sampai hari ini.

"Kita tau anggarannya sudah cair pada 23 Mei silam, terbukti dari DPA anggaran yang kita peroleh," jelas Habibi.

Massa aksi menuntut kepada pihak penegak hukum supaya lebih jeli dalam menanggapi adanya laporan terkait korupsi yang melibatkan beberapa pejabat di Rohul. "Kita ingin kasus ini diungkap sampai ke akar-akarnya. Supaya masyarakat Rohul mengetahui siapa aktor utama dari kasus korupsi ini," ungkap Habibie.

Selain menyampaikan pernyataan sikap itu, dirinya juga merasa kesal kepada Direktur RSUD Pasir Pengaraian Wildan Asfan yang hingga saat ini menghindar bertemu massa aksi AMAK Rohul. Beliau malah "melarikan diri"

"Kita ingin sampaikan ini kepada dia, namun dia malah kabur. Kabar yang kami dapat katanya dia pergi dengan Bupati. Karena ada Sidak," tandas Habibi.(rly)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini