Dua Oknum Polisi di Medan Tembak Seorang Gadis dan Paksa Lakukan Oral Sek

Redaksi Redaksi
Dua Oknum Polisi di Medan Tembak Seorang Gadis dan Paksa Lakukan Oral Sek
ilustrasi

MEDAN, riaueditor.com - Seorang gadis, putri seorang nelayan berinisial RD (20), ditembak oleh oknum polisi. Tak hanya itu, korban juga disuruh melakukan oral seks oleh dua orang petugas kepolisian yang berdinas di Polsek Medan Labuhan.

Dengan terbata-bata, RD mengatakan terpaksa melayani perbuatan ke dua personil polisi tersebut karena berada di bawah tekanan dan ancaman.

"Saya diancam. Saya takut," katanya di Kantor Polda Sumut, Senin (25/7/2016).

Menurut RD yang merupakan anak piatu tersebut, peristiwa memilukan tersebut terjadi pada April lalu. Saat ia dimintai tolong oleh petugas kepolisan dari Polsek Medan Labuhan untuk melacak Asiong, pelaku penggelapan sepeda motor milik Eki.

Polisi meminta bantuan RD karena kerap berhubungan dengan Asiong. RD membawa serta pria yang sudah dianggap saudaranya, Haryono. Setelah berkoordinasi, akhirnya, petugas kepolisan RD dan Haryono menuju ke rumah Asiong di sekitar Pantai Labu, Deliserdang, Sumatera Utara.

Namun, saat tiba di rumah yang dituju Asiong tidak berada di tempat. Petugas pun marah dan menembak mereka berdua. RD ditembak di kaki dan Haryono di tangan, perut, dan dada.

Peristiwa inipun kemudian dilaporkan ke Polda Sumut dan telah tercatat dengan Laporan Polisi (LP) Nomor : STTLP/492/IV/2016/SPKT "II" tertanggal, 18 April 2016.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Rina Sari Ginting mengakui adanya peristiwa tersebut. Namun dia menepis adanya upanya pemerkosaan. Yang ada katanya hanya penganiayaan.

sumber, mrseru.com.


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini