Dua Hari RSUD Indrasari Terlantarkan Pasien

Redaksi Redaksi
Dua Hari RSUD Indrasari Terlantarkan Pasien
ali/riaueditor.com
Kasur bekas tempat tidur pasien Musrini (33) di RSUD Indrasari, Rengat.
RENGAT, riaueditor.com- RSUD Indrasari Pematang Reba merupakan Rumah Sakit milik Pemerintah Daerah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), yang seyogyanya dapat memberikan pelayan yang baik dan benar terhadap masyarakat.

Namun kenyataannya selalu saja terdengar cerita miring tentang pelayanan yang diberikan oleh RS ini, seperti yang terjadi Minggu (5/10) hingga Senin (6/10) salah seorang pasiennya terlantar di RSUD kebanggaan Kab. Inhu ini.

Nasib buruk dialami oleh Musrini (33) Warga Desa Kuantan Babu Kecamatan Rengat yang melahirkan di RSUD Indrasari Pematang Reba, dimana dirinya masuk ke RSUD ini dengan menggunakan BPJS.

Dikisahkan oleh ibu Pasien bahwa pada selasa (30/9) anaknya (Musrini, red) masuk ke RSUD Indrasari untuk melahirkan, namun pada Jumat (3/10) barulah dilakukan Operasi, dan saat itu anaknya sempat mengalami pendarahan, katanya dengan berurai air mata.

Pada hari Sabtu (4/10) anaknya disuruh pulang oleh pihak rumah sakit dan seluruh infusnya dicabut, namun tidak boleh membawa anaknya ikut serta pulang.

"Musrini tentu tidak mau pulang, akhirnya dengan kondisi fisik yang masih lemah Rini terpaksa tidur disamping kasir Irna anak dengan beralaskan kasur yang sudah tidak terpakai di RSUD Indrasari tersebut," katanya.

Ketika pihak keluarga mempertanyakan kenapa anak dari Musrini tidak boleh dibawa pulang, pihak RSUD meminta tebusan sebesar Rp. 1.050.000,- kalau ingin membawa anaknya pulang.

Karena memang sedang tidak memiliki uang Musrini pun harus rela tidur di lobi samping kasir Irna anak sambil menunggu bantuan dari keluarga untuk menebus anaknya,

"hari ini kita berencana untuk membayar uang tebusan sebesar Rp. 1.050.000 tersebut," katanya.

Yang disesalkannya kenapa pihak RSUD sedikitpun tidak memiliki hati nurani, dengan kondisinya yang masih lemah Musrini terpaksa harus tidur dan berada dalam kondisi seperti itu, dan bahkan harus buang air sendiri, katanya lagi

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Inhu H. Suardi SE, MM ketika dikonfirmasikan melalui sluler senin (6/10) sangat menyayangkan terjadinya hal ini, kita akan menelusuri hal ini, jika benar kita akan tindak tegas petugas RSUD yang berbuat seperti itu.

"Kita sudah berupaya memperbaiki citra kesehatan di Kab. Inhu ini, kejadian ini tentu akan berpengaruh buruk terhadap imej masayarakat, dan saya akan memanggil pihak RSUD Indrasari tersebut," tegasnya singkat.

Sementara itu Ibrahi Alimin KTU RSUD Indrasari Rengat ketika ditemui diruang kerjanya mengatakan bahwa hanya dokterlah yang menyatakan bahwa seorang pasien berhak pulang atau tidak, karena memang sudah pulang tentu pihak RSUD tidak menyediakan tempat lagi dan dianggap sebagai kelurga dari bayi, katanya.

"Jika pasien tersebut harus pulang ya harus pulang, tidak boleh berlama- lama dirumah sakit, karena pada prinsipnya Rumah Sakit adalah tempatnya orang yang sakit, jadi orang yang sehat tidak boleh berada disini," tegasnya.

Menyangkut masalah anak yang tidak boleh dibawa pulang, ini mungkin menyangkut adminitrasinya, mungkin saja sianak belum diurus BPJS nya sehingga dianggap sebagai pasien umum dan tentu saja harus bayar, terangnya.

Namun pihaknya tetap akan menindak lanjuti masalah ini, seperti apa kejadiannya, jika memang ada permasalahan tentu akan kita tindak tegas, pungkasnya. (Ali)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini