Dinilai Arogan, Ratusan Karyawan Gabungan Kontraktor Bentrok dengan Security PT RAPP

Redaksi Redaksi
Dinilai Arogan, Ratusan Karyawan Gabungan Kontraktor Bentrok dengan Security PT RAPP
zul/riaueditor.com
Dinilai Arogan, Ratusan Karyawan ‎dan Gabungan Kontraktor Bentrok dengan Security PT RAPP
PKL.KERINCI, riaueditor.com - Ratusan karyawan dari gabungan kontraktor yang bekerja di komplek PT RAPP spontan melakukan pengrusakan hingga menyebabkan terjadi bentrok dengan pihak secutiry. Sebuah pos security RAPP (Pos 16) dirusak dan beberapa sepeda motor motor dibuang di parit, begitu juga mobil dilempari sehingga pecah kaca. Bentrokan terjadi dimulai sekitar pukul 07.00 Wib Senin, (25/07/2016) dan menyebabkan terjadi luka-luka di pihak sekuriti dan kontraktor serta anggota Polres Pelalawan.

Kapolres AKBP Ari Wibowo SIK beserta pasukannya mengalami lemparan batu saat melerai bentrokan dan mengamankan pos 16 dan komplek PT RAPP. Para karyawan kontraktor yang dijumpai saat kejadian menyatakan bahwa security PT RAPP yang melakukan pengamanan dan pelayanan sangat arogan.

“Ini terjadi karena pihak security sangat arogan. Kepada karyawan kontraktor dilarang bawa tas ke lokasi pekerjaan, pada hal tas yang dibawa karyawan merupakan tempat bekal makanan. Dan cara memeriksa tas para karyawan pun sangat tidak baik,” kata para karyawan kontraktor.

Dikatakan mereka, bahwa pada Sabtu dan Minggu kemarin nasi lontong karyawan yang terbungkus plastik pecah didalam tas karena ulah security. Ada juga nasi pakai rantangan yang dibawa karyawan berserak karena kelakuan security. Selain itu jika tas dititip di pos security, tidak ada jaminan pihak bertanggung jawab jika rusak dan hilang. Jika ada pertanyaan keluhan karyawan, pihak security selalu  menyatakan tidak tahu dan tidak bertanggung jawab. Penyimpanan tas dipos sekuriti juga sangat tidak layak, hanya memberatkan karyawan,” ungkap mereka menjelaskan pemicu bentrokan.

Kapolres Pelalawan AKBP Ari Wibowo, usai mengamankan  bentrokan dan situasi kondusif kepada wartawan mengatakan akan menindak yang melakukan pengrusakan.

“Kita sudah berhasil mengamankan bentrokan yang terjadi. Indikasi pemicunya pelayanan sekuriti menimbulkan salah paham. Spontan terjadi kemarahan para karyawan. Yang melakukan pengrusakan akan ditindak,” ujar Kapolres didampingi Wakapolres Kompol Bayu Wicaksono, Kasatreskrim AKP Herman Pelani, Kasat Intel AKP Rofiqi, dan jajaran Polres Pelalawan.

Kapolres telah melakukan mediasi kepada Manajemen PT RAPP dan pihak pihak terkait. “Kita telah melakukan upaya mediasi agar tetap kondusif, dan saling menjaga jangan sampai ada balas dendam. Pos sekuriti didampingi pihak Polres untuk menjaga jangan terjadi keributan,” jelasnya.

Mengenai aturan yang dilaksanakan sekuriti tak ada masalah, hanya salah paham yang terjadi sehingga terjadi bentrokan. “Aturan yang dilakukan sekuriti sudah benar namun ada hal teknis sehingga terjadi salah paham. Mengenai teknis itu telah disampaikan di mediasi. Pihak PT RAPP membuat aturan larangan bagi karyawan kontraktor membawa tas ke lokasi pekerjaan karena seringnya terjadi kehilangan. Dan sering ditemukan barang barang dibawa dalam tas pekerja atau karyawan sehingga aturan dikeluarkan perusahaan,” kata kapolres.

Sementara itu pihak PT RAPP belum mau berkomentar terkait kejadian, hanya menyerahkan sepenuhnya kepada penegak hukum. (zul)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini