Desak Kembalikan Hak Warga 50.000 Ha, Kantor Sinar Mas Didemo Lagi

Redaksi Redaksi
Desak Kembalikan Hak Warga 50.000 Ha, Kantor Sinar Mas Didemo Lagi
azf/detakindonesia
Massa Forpemanas Riau membentang spanduk di pintu masuk Kantor Sinar Mas Grup Jalan Teuku Umar Pekanbaru, Senin (30/10/2017) dan dikawal aparat kepolisian dari Polresta Pekanbaru. Massa minta Sinar Mas kembalikan 50.000 hektare lahan hak masyarakat.

PEKANBARU - Kantor Sinar Mas Grup yang menaungi kantor PT Arara Abadi, Kantor cabang PT Indah Kiat Pulp and Paper (PT IKPP) yang berada di Jalan Teuku Umar Pekanbaru, Riau kembali didatangi dan didemo oleh massa demonstran, Senin (30/10/2017). 

Beberapa waktu lalu kantor perusahaan milik Eka Cipta Wijaya di Jalan Teuku Umar Pekanbaru ini juga digeruduk sejumlah demonstran antara lain Gerakan Mahasiswa Sakai Riau yang dipimpin Andika Sakai. Dan sebelumnya juga didemo oleh massa Laskar Pemuda Melayu Riau Kabupaten Siak, Riau. 

Menurut massa demonstran, sejak bercokol di Riau PT IKPP, PT Arara Abadi dan sejumlah anak perusahaannya di Riau 34 tahun lalu sampai sekarang, tak habis-habisnya perusahaan ini diprotes, didemo warga. Di demo karena perusahaan dituding menyerobot lahan dan pemukiman masyarakat, di mana lahan itu tidak dienclave oleh perusahaan.

Kali ini yang massa yang berunjukrasa ke Kantor Sinar Mas tersebut Senin (30/10/2017) adalah dari Forum Pemuda Mahasiswa Nasionalis (Forpemanas) Riau di dalamnya atara lain terdapat mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasyim Pekanbaru. Massa ini ingin bertemu dengan pimpinan di kantor ini yakni Stanly. Namun Stanly tidak jelas keberadaannya dan massa hanya bisa cuap-cuap menggunakan pengeras suara dari luar gerbang Kantor Sinar Mas di Jalan Teuku Umar Pekanbaru tersebut.

Menurut Koordinator Umum Forpemanas Riau Erlangga dan Koordinator lapangannya Miki Rinaldi meminta pihak manajemen Sinar Mas di Riau yang dipimpin oleh Stanly agar mengembalikan lahan hak warga Riau 5 persen dari luas lahan yang diberikan izin oleh Pemerintah kepada Sinar Mas, yakni seluas lebih kurang 50.000 hektare.

Menurutnya dari 8 juta hektare luas hutan Riau dulunya, kini tersisa hanya 800.000 hektare. Kekayaan hutan Riau itu diluluhlantakkan oleh perusahaan ini termasuk RAPP. 

"Tiga juta hektare milik Sinar Mas termasuk anak-anak perusahaannya seperti PT Arara Abadi, PT IKPP, dan lainnya membabat habis hutan Riau. Dan juga tiga juta hektare dibabat PT RAPP. Banyak terjadi dugaan mark-up izin, tanah masyarakat diserobot, pakai nama-nama warga dengan KTP padahal orangnya tak ada alias bodong. Jika suara kami ini tidak didengarkan oleh pimpinan Sinar Mas di sini, maka kami akan datang dengan massa lebih banyak lagi ke sini sepekan lagi," jelas Korlap Forpemanas Riau Miki Rinaldi.

Massa demonstran ini merasa prihatin akan nasib rakyat Riau yang jumlahnya 7 juta jiwa ke depan nanti akan mengarungi kehidupan sementara hutan sudah habis dibabat perusahaan Besar ini yang tak memberi keuntungan bagi rakyat Riau. 

"Kami mendesak agar Sinar Mas hengkang dan diusir dari Riau karena tidak membawa manfaat bagi warga. Nenek moyang dan pejuang kita yang berjuang membela dari rongrongan kolonialisme tempo lalu, tapi mereka bersenang-senang di luar sana di Singapura. Mana perhatianmu untuk kesejahteraan rakyat Riau," ujar massa demonstran.

Lama menunggu pihak pimpinan manajemen Sinar Mas, Stanly agar berdialog dengan massa namun tak kunjung muncul juga akhirnya massa membubarkan diri dengan tertib dan akan datang lagi pekan depan dalam jumlah massa lebih besar.(azf/detakindonesia)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini