Cerita Kepsek Hujan-ujanan saat Hukum Siswa SMA Jepara hingga Pingsan

Redaksi Redaksi
Cerita Kepsek Hujan-ujanan saat Hukum Siswa SMA Jepara hingga Pingsan
foto Facebook Rama Dinta
Siswa SMA di Jepara dihukum karena terlambat datang

SEMARANG - Insiden belasan siswa SMA I Mlongo, Jepara, Jawa Tengah, yang pingsan akibat terlambat datang ke sekolah menyisakan sedikit cerita tentang keteladanan.

Kepala Sekolah SMA I Mlongo, Gunawan, yang bertindak langsung menghukum para siswa datang terlambat itu ternyata ikut hujan-hujanan bersama mereka.

"Yang menutup (gerbang) kepala sekolahnya. Yang menghukum kepala sekolah dan dia ikut hujan-hujanan di situ," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah, Gatot Bambang Hastowo, Semarang, Sabtu (7/1/2017).

Insiden pingsan massal siswa SMA I Mlongo terjadi saat sekolahan tersebut menjadwalkan kegiatan kerja bakti pada pukul 06.30 WIB, kemarin. Sehari sebelumnya, SMA I Mlongo sudah memberitakan ke semua siswa agar datang ke sekolah maksimal tepat waktu.

"Terus anak-anak datang lebih jam 06.30 WIB atau 06.45 WIB begitu. Gerbang sudah ditutup. Anak-anak tidak bisa masuk. Anak-anak terlambat dihukum disiplin dilarang masuk ke sekolahan," ujar Gatot.

Sialnya, cuaca pada saat itu sedang tidak bersahabat. Gatot menyatakan hujan turun pada pagi hari dan para siswa yang datang terlambat ramai-ramai tertahan di depan pintu gerbang.

"12 siswa pingsan. Dibawa ke Puskesmas. Setelah jumatan, sudah bisa pulang. Yang dua masih di rumah sakit karena harus tinggal. Tapi tadi pagi kabar terakhir sudah baik dan hari ini bisa pulang," terang Gatot.

Saat memberi hukuman ke siswa yang datang terlambat, kata Gatot, sebenarnya beberapa guru SMA I Mlongo sudah mengingatkan Gunawan agar tidak berlebihan menghukum Siswa. "Kepala Sekolah juga sudah diingatkan para guru tapi malah marah-marah," ujar Gatot.

Menurut Gatot, Kepala Sekolah I Mlongo sudah diberi teguran oleh Disdik dan Kebudayaan Jateng. "Kepala sekolah itu kami bina, sudah diperintahkan langsung mengambil tindakan-tindakan kondusif, di antaranya, meminta maaf ke orang tua langsung di rumah masing-masing," terang Gatot.

(sal/okezone)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini