Bocah SD di Pekanbaru Dicabuli OTK, Orang Tua Lapor Polisi

Redaksi Redaksi
Bocah SD di Pekanbaru Dicabuli OTK, Orang Tua Lapor Polisi
ilustrasi

PEKANBARU, riaueditor.com - Seorang bocah sebuah Sekolah Dasar di Pekanbaru berumur 7 tahun berinisial Badu, bukan nama sebenarnya, mengaku dicabuli oleh seorang pria tak dikenal, Minggu (31/1/2016) malam kemarin, sekitar pukul 19.00 WIB.

Peristiwa pencabulan tersebut terjadi di Jalan Melati, tepatnya dibelakang SMK Telkom, Kecamatan Tampan, Pekanbaru.

Kasus pencabulan ini telah dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Pekanbaru dan saat ini telah ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Pekanbaru.

Data yang dirangkum riaueditor.com dikepolisian, Senin (01/2/2106) menyebutkan, peristiwa itu terungkap saat orang tua korban M (40) warga Kecamatan Tampan, sekitar pukul 19.00 WIB menyuruh korban untuk menunaikan sholat mahgrib, ternyata waktu itu korban menangis karena alat kelaminya terasa sakit.

Melihat korban menangis, sang ibu lalu menanyakannya dan korban bercerita jika dirinya pada sore hari sewaktu bermain dengan Dodi, bukan nama sebenarnya, dipekarangan halaman sekolah SMK Telkom Panam, datang seorang priantak dikenal sambil langsung menarik tangan korban, sedangkan Dodi temannya langsung kabur pulang kerumahnya.

Pelaku lalu membawa korban ke kebelakang sekolah, disana korban dipaksa pelaku untuk memegang alat kelamin pelaku. Selanjutnya pelaku membuka celana korban dan kemudian memegang/meremas alat kelamin korban. Tak hanya itu, pelaku juga memasukkan jarinya kedubur korban, hingga mengakibatkan alat kelamin dan dubur korban merasa sakit.

Puas melampiaskan nafsu bejatnya, pria tak dikenal itu lalu meninggalkan korban yang kesakitan sambil mengancam untuk tak memberitahukannya kepada orang lain.

Kaget atas pengakuan korban dan mendapati kondisi kemaluan sang anak yang kesakitan, sang ibu dengan ditemani suaminya lalu melaporkan kejadian yang dialami anaknya ke Sentra Pelayan Kepolisian terpadu (SPKT) dengan harapan polisi dapat menangkap pelakunya dan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku.

Wakapolresta Pekanbaru AKBP Sugeng Putut Wicaksono Sik saat dikonfirmasi riaueditor.com, membenarkan adanya laporan tersebut. "Benar laporannya telah kita terima, korban juga sudah divisum. Saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap laporan tersebut," kata Putut.

Putut juga menghimbau kepada orang tua untuk lebih mengawasi anaknya saat berada diluar rumah. "Kita juga menghimbau kepada orang tua untuk lebih berperan mengawasi anaknya saat bermain diluar rumah agar terhindar dari para pelaku kejahatan," himbaunya.(bot)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini