Aneh, Ditabrak Malah Dibebankan Biaya Pengobatan Untuk si Penabrak

Redaksi Redaksi
Aneh, Ditabrak Malah Dibebankan Biaya Pengobatan Untuk si Penabrak
fin/riaueditor.com
Aneh, Ditabrak Malah Dibebankan Biaya Pengobatan Untuk si Penabrak.
PEKANBARU, riaueditor.com - Otomosi Zalukhu (29), warga Seikijang sungguh tak habis pikir. Ia mengaku, selaku orang yang ditabrak semestinya dirinya tak perlu menanggung biaya pengobatan si penabrak, yang kini dirawat di rumah sakit.

Kekecewaan Otomosi bukan tanpa alasan. Saat riaueditor mencoba melihat kedua sepeda motor yang kini ditahan di Unit Lakalantas Polresta Pekanbaru, Selasa (13/10), sepeda motor BM 3125 ID yang dikendarai Otomosi, sayap bagian kanan tampak koyak. Sementara sepeda motor satunya lagi BM 2792 OT, tampak sedikit rusak pada sisi depan sebelah kanan.

Ia menuturkan, peristiwa itu terjadi pada Senin (12/10) pukul 14.00WIB di Jalan Hangtuah Kecamatan Tenayan Raya, persis seberang Puskesmas Kelurahan Sail. Saat itu, dia bersama mertuanya laki-laki bermaksud ke Simpang SPG untuk menggadaikan sebuah barang karena butuh duit.

Namun tanpa diduga dari arah yang sama, mendadak sebuah sepeda motor dengan kecepatan tinggi, langsung menabrak sepeda motor yang dikemudikannya saat akan berbelok ke arah Puskesmas.

"Sebelum ke Simpang BPG, kami bermaksud singgah terlebih dahulu ke arah Puskesmas, karena ada seseorang yang mau kami temui. Saya pun sudah menghidupkan lampu sign pertanda akan berbelok. Mungkin karena kedua siswi itu tengah asyik bercerita sambil mengemudikan kendaraan dalam kecepatan tinggi, sehingga mereka hilang kosentrasi dan langsung menabrak sepeda motor yang saya kemudikan," ujar Otomosi saat dijenguk mertuanya di Unit lakalantas Polresta Pekanbaru Selasa sore (13/10).

Ia pun mengaku, siap menghadirkan saksi mata saat peristiwa tabrakan itu terjadi. Otomosi mengatakan, meski keluarganya orang miskin, namun jika dirinya dianggap bersalah dalam kasus tabrakan itu, dia siap mempertanggungjawabkan biaya perawatan sebagaimana diminta oleh keluarga si penabrak, dengan maksud diselesaikan secara kekeluargaan.

"Walaupun kami miskin, namun kalau kami dianggap bersalah dalam kasus lakalantas itu, kami siap bertanggungjawab. Lagian, kondisi kedua siswi yang menabrak kami itu, hanya terlihat lecet.

Usai tabrakan, warga sekitar TKP langsung membawa kedua sepeda motor bersama pengendara ke Pos Polisi Simpang BPG Jalan Hangtuah. Karena kedua pengendara ternyata masih pelajar, Otomosi pun tak sampai hati membiarkan mereka pergi begitu saja. Ia pun rela mengeluarkan sedikit uang untuk sekedar membeli obat kepada kedua ABG tersebut.  

"Habis kami ditabrak, keduanya langsung berdiri dan tak mengalami patah tangan sebagaimana disampaikan keluarga mereka saat menemui saya di Unit Lakalantas tadi pagi. Ini sungguh lucu kalau kami yang harus membayar biaya pengobatan mereka di rumah sakit," ujar Laia (58), mertua Otomosi seraya berharap agar menantunya itu bisa segera pulang ke rumah.

Singkat cerita, usai diberikan obat, kedua sepeda motor yang terlibat tabrakan ini dibawa ke Polsek Tenayan Raya. Tak lama setelah itu, mereka pun dibawa ke Unit Lakalantas. Sedangkan Otomosi, walaupun bukan berstatus tahanan, namun dia harus tetap berada di area Unit Lakalantas Polresta Pekanbaru.

Sementara itu, Kanit Lakalantas AKP Deswandi saat dihubungi via ponselnya, membenarkan adanya peristiwa lakalantas tersebut.

Melalui pesan singkatnya, AKP Deswandi menyebutkan, "Itu laka di Tenayan Raya pak, korban luka patah sekarang dirawat di RS Awal Bross, sudah di tangan unit laka Polresta, sekarang sedang di proses pemeriksaan, untuk bapak Otomosi Zaluhu dititip oleh keluarganya di kantor menjelang pemeriksaan selesai," balas AKP Deswandi melalui pesan singkatnya kepada riaueditor.com, Rabu sore, (14/10). (fin)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini