Abang Kandung Kepala Kantor Perpustakaan Meranti Ancam Wartawan

Redaksi Redaksi
Abang Kandung Kepala Kantor Perpustakaan Meranti Ancam Wartawan
SELATPANJANG, riaueditor.com- Usai menerima keterangan dari MRh (34), istri kedua ST (45) Kepala Kantor Perpustakaan Pemkab Kepulauan Meranti tersebut mengutus abang kandungnya yang bernama Karim untuk menemui wartawan di Kopitiam Selatpanjang.

Seperti diberitakan sebelumnya, MRh (34) istri kedua ST mengadu kepada Sekdakab Kepulauan Meranti karena merasa diterlantarkan. Bersama kedua anaknya, perempuan asal Mekar Sari, Kecamatan Dumai Selatan, Kota Dumai menuntut nafkah lahir batin dari sang suami oknum pejabat Kepala Kantor Perpustakaan Pemkab Kepulauan Meranti.

"Oh ini ya yang namanya Iskandar itu, seru Karim yang mengaku abang kandung ST ketika menemui kedua wartawan di lantai dua Kopitiam jalan Diponegoro Selatpanjang Kamis (25/9) sekitar pukul 10.40 Wib."

Lanjut karim dihadapan awak media Iskandar dan Defrianto, "Kalian ada jumpa wanita gila itu ya, Itu wanita gila, jadi kalian kan tau juga, Abang ini wartawan juga, sambil menepuk-nepuk dadanya, jadi semuanya ini bahan berita, tapi pahamlah saya megerti, kita sama sama wartawan," ujarnya.
 
Tiba-tiba Karim meralat pembicaraanya itu, yang sebelumnya mengaku wartawan menyuruh kedua wartawan menganggap mantan wartawan atau wartawan lama di Meranti ini, "Kita sama sama tau saja saya paham itu tugas wartawan," ungkapnya dengan nada tinggi tanpa memberikan kesempatan kedua wartawan ini untuk berbicara sambil menepuk-nepuk dada dan sekali-kali menghempas kotak rokok di atas meja.

Dengan nada ancaman, Karim kembali mengintimidasi, "Coba saja naikan berita, kalian nanti akan berhadapan langsung dengan saya `Karim`, Ini si Karim orangnya yang berbadan kurus kerempeng. Coba saja naikan berita itu, kalau mau berhadapan sama saya," Pungkasnya sambil beranjak meninggalkan ruangan.

Iskandar, wartawan jurnal terkini dan MNC Group liputan Kepulauan Meranti, mengaku kesal atas insiden tersebut, seharusnya mereka mengklarifikasi informasi sumber berita yang kita peroleh dari Mrh selaku korban yang dituding orang gila itu.

"Hanya saja dalam pertemuan tersebut, kita tidak diberi kesempatan untuk bicara, jadi pertemuan itu jelas dijadikan kesempatan untuk mengintimidasi kita," katanya seraya menambahkan `wartawan kok malah mengintimidasi wartawan`.(mjn)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini