UPT SMPN 1 Bangkinang Kota Panen Karya P5 Tema Kearifan Lokal

Redaksi Redaksi
UPT SMPN 1 Bangkinang Kota Panen Karya P5 Tema Kearifan Lokal
Kepala UPT SMPN 1 Bangkinang Kota Hj. Masniar memberikan sambutan saat membuka kegiatan Panen Karya P5 Tema Kearifan Lokal kelas VIII.(Foto: Ist)

KAMPAR - UPT SMPN 1 Bangkinang Kota menggelar kegiatan Panen Karya P5 Tema Kearifan Lokal, Rabu (6/3/2024). Kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) ini diisi dengan hidangan masakan khas kabupaten Kampar serta makan bajambau yang merupakan tradisi Kampar. Selain itu juga ditampilkan basiacuong, kesenian khas Kampar.

Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Alquran oleh Muhammad Amar, siswa UPT SMPN 1 Bangkinang Kota. Selanjutnya sambutan dari pengawas, Muhammad Hatta.

Dalam penyampaiannya, pengawas mengucapkan terima kasih kepada kepala sekolah, koordinator P5 serta fasilitator Kelas VIII yang telah melaksanakan gelar karya P5 tema Kearifan Lokal ini.

Muhammad Hatta menyampaikan, yang dipentingkan dalam P5 yang merupakan bagian dari Kurikulum Merdeka ini adalah proses yang menunjukkan profil seorang pelajar Pancasila.

"Semoga Kurikulum Merdeka dengan P5 ini menjadi pembelajaran bagi anak-anak kami," ujar Muhammad Hatta.

Usai sambutan pengawas, Kepala UPT SMPN 1 Bangkinang Kota, Hj. Masniar, S. Pd, MM dalam sambutannya saat membuka kegiatan Panen Karya P5 Kearifan Lokal Masakan Khas Kampar menyampaikan ucapan terima kasih kepada pengawas Muhammad Hatta atas sambutannya. Hj. Masniar juga mengapresiasi serta menyampaikan ucapan terima kasih kepada para guru serta koordinator P5, Fini Oktavia bersama tim fasilitator Kelas VIII yang telah menyukseskan kegiatan hari ini.

"Terima kasih juga atas kerja sama orang tua siswa. Berkat kerja samanya menyiapkan makan bajambau ini, kegiatan dapat terlaksana dengan baik," kata Hj. Masniar.

Selain makan bajambau, kegiatan juga diselingi dengan pembacaan syair oleh siswi UPT SMPN 1 Bangkinang Kota. Yakni Amanda Putri Kelas 8 J dan Maydina Hasan kelas 8 D.

Kegiatan ditutup usai makan bajambau yang diikuti oleh seluruh warga sekolah.

Yang lebih menarik yakni dua siswa yang membawakan basiacuong. Yakni Mujahid Islami kelas VIII F dan Fauzan Firdaus kelas VIII I.

Untuk diketahui, basiacuong adalah tradisi lisan yang dipakai dalam setiap upacara adat masyarakat Kampar. Basiacuong digunakan oleh para ninik mamak, datuk dan pemuka adat dalam kerapatan adat yang ada di setiap persukuan di Kampar.

Basiacuong berasal dari kata siacuong dan acuong yang berarti meninggikan atau menyanjung.(Andi)

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini