Program 'School Improvement' Diharap Tingkatkan Mutu Pendidikan di Kepulauan Meranti

Redaksi Redaksi
Program 'School Improvement' Diharap Tingkatkan Mutu Pendidikan di Kepulauan Meranti
istimewa

KEP.MERANTI, riaueditor.com - Upaya PT RAPP dalam Program CD untuk meningkatkan mutu dan kwalitas pendidikan di Kepulauan Meranti pantas diacungkan jempol. Pasalnya, telah banyak membantu guru dan kepala sekolah mitra di Kepulauan Meranti Provinsi Riau.

"Kami dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kepulauan Meranti, Riau menyambut baik program school improvement yang diluncurkan oleh Community Development (CD) PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP). Program peningkatan mutu pendidikan itu diharap benar-benar berdampak pada mutu pendidikan di Kepulauan Meranti," kata Kepala Disdikbud Kepulauan Meranti, Sukirno saat di wawancara Kamis (2/12/2021).

Selain itu, Kata Sukirno, kita dari dinas pendidikan mengucapkan terima kasih kepada pihak PT RAPP yang telah meluncurkan program school improvement. Mudah-mudahan dengan program yang diberikan dapat merubah kualitas pendidikan di Kabupaten Kepulauan Meranti kedepannya, terutama bagi sekolah-sekolah yang diberikan pelatihan secara khusus.

Diakui Sukirno, saat ini pendidikan di Kabupaten Kepulauan Meranti masih meningkatkan mutu dan kwalitas agar menjadi lebih baik, dengan cara melakukan trobosan- terobosan, agar para tenaga pendidik guru juga siswa - siswi bisa meningkatkan kwalitasnya dan ini tentunya, perlu di dukungan semua pihak salah satunya yakni Program CD PT RAPP School Improvement sungguh sanggat membantu sekali.

"Kami tentunya, mutu dan kwalitas guru di sekolah harus di tingkatkan, terlebih kepala sekolah sebagai ujung tombak, perpanjangan tangan dinas pendidikan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Kepulauan Meranti. Begitu juga pihak kordinator wilayah (Korwil) Dinas Pendidikan di kecamatan harus mampu secara bersama memajukan pendidikan sesuai Program yang telah dicanangkan Bupati Meranti H. Adil SH, semua guru wajib Sarjana, juga dorongan pihak sekolah swasta serta kemenag juga tingkat SMA juga harus secara bersama-sama dalam memajukan kwalitas dan kwantitas mutu pendidikan yang maju," jelas Sukirno.

Menurut Sukirno, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Dinas Pendidikan berharap kepala sekolah dan majelis guru bisa mewarnai pendidikan Kepulauan Meranti dengan berbagai kreatifitas dan inovasi, sehingga anak bisa siap secara intelektual menghadapi perkembangan zaman.

Sementara itu, Coordinator Comodity Development PT RAPP, Neneng mengatakan, program pendidikan di PT RAPP sudah ada sejak tahun 1999. Seperti beasiswa, pelatihan guru, hingga memotivasi kepada siswa-siswi.

"Untuk program school improvement atau program peningkatan mutu pendidikan ini kita luncurkan pada tahun 2018 di Meranti dari MOU menjadi MOK bersama Bupati Meranti lewat Dinas Pendidikan. Program ini bekerjasama dengan pemerintah Kabupaten, jadi ada MoU yang dibuat bersama dinas pendidikan," katanya.

Neneng menjelaskan, program school improvement ini berkaitan dengan manajemen berbasis sekolah, pembelajaran aktif, dan budaya baca.

"Terkait pelaksanaannya (program school improvement, red), kami telah melakukan pelatihan tingkat sekolah, namanya modul satu yang isinya adalah pelatihan manajemen berbasis sekolah untuk kepala sekolah dan pengawas. Kemudian, pelatihan pembelajaran aktif untuk kepala sekolah dan guru," sebutnya.

Selanjutnya pada tahun 2019, PT RAPP melalui program CSRnya kembali melaksanakan program modul dua. Yang ke-tiga sekarang ini pula kata Neneng, lebih spesifik. Untuk pembelajaran aktif mengembangkan guru sebagai fasilitator, dengan kelas awal diantaranya kelas mata pelajaran IPA, IPS, Bahasa Indonesia dan Matematika.

"Untuk kegiatan modul tiga ini, sesi pertama dilaksanakan selama empat hari, dan sesi kedua juga selama empat hari. Diikuti 10 kepala sekolah dan 100 orang guru dari 3 kecamatan, yakni tebingtingggi, merbau, dan tasik putripuyu," paparnya.

Disamping itu, PT RAPP juga memilik 15 fasilitator daerah. Tugasnya yakni sebagai trainer untuk pembelajaran berbasis sekolah dan pembelajaran aktif serta budaya baca.

"Tugas fasilitator daerah itu sebagai pendamping. Jadi setelah pelatihan ini, kemudian diterapkan oleh para guru dan kepala sekolah di sekolahnya masing-masing, RAPP bersama fasilitator melakukan pendampingan, melihat sejauh mana penerapannya," pungkasnya.(Bom)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini