Terkait Penyunatan Dana BSM di SD 013 Sungai Lipai

Wartawan Riau Pos Telepon Riau Editor
Redaksi Redaksi
Terkait Penyunatan Dana BSM di SD 013 Sungai Lipai
ilustrasi.net
TPEKANBARU, riaueditor.com - Munculnya pemberitaan dugaan penyunatan dana BSM di SD 013 Sungai Lipi Kenegerian Padang Sawah Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar menuai reaksi dari sejumlah pihak. Selain Komite sekolah, reaksi juga datang dari wartawan Riau Pos, bernama Lukman.

Pada Kamis (30/1) nomor HP 0853 6590 88XX tiba-tiba masuk ke nomor selular Riau Editor dan mengaku wartawan Riau Pos. Ia mengatakan pihaknya sangat keberatan dengan berita berjudul, Kepsek SDN Sungai Lipi "Sunat" Dana BSM, sebagaimana dimuat Riau Editor pada Senin 27/1.

Mengingat saat itu Riau Editor tengah sibuk guna persiapan pada acara SMP 30 di Rumbai bersama rekan wartawan lainnya, akhirnya keesokan harinya, Jumat 31/1 Riau Editor menghubungi yang bersangkutan dan membenarkan bahwa dirinya wartawan Riau Pos yang menghubungi kemarin.

Ia mengatakan, dirinya keberatan karena Kepala sekolah yang diberitakan adalah ibu kandungnya dan bersifat memojokkan. Selain itu dalam berita tersebut seolah-olah Kepsek 013, Juniwati SPd mengelak dan wartawan Riau Editor tak bertemu langsung dengan ibunya, ujarnya.

Ia pun membantah tudingan yang dialamatkan ke Juniwati soal sakit mendadak, "Yang benar ibu saya memang sudah sakit sejak 2 - 3 tahun terakhir. Ibu saya mengalami sakit dalam", ujar wartawan Riau Pos tersebut yang belakangan diketahui bernama Lukman dan belum setahun bertugas di media terbesar di Riau itu.

Selain itu, ia juga mengkritik judul berita pada kalimat sunat. Alasannya, seolah-olah Kepsek SD 013, Juniwati telah memotong dana BSM tersebut. Padahal yang benar adalah Komite sekolah, katanya.

Akan tetapi ketika ditanya judul berita yang semestinya dibuat Riau Editor, Lukman tak memberi solusi. Ia pun mengalihkan pembicaraan soal bagaimana kronologis dana tersebut sampai dipotong oleh pihak Komite dan kembali mempersoalkan judul berita.

Tak puas dengan jawaban yang disampaikan, Riau Editor kembali mendesak Lukman seperti apa judul berita yang semestinya. Dan lagi-lagi Lukman tak memberi solusi. Entah karena merasa terus didesak, Lukman pun langsung mematikan selularnya dan sulit dihubungi kembali.

Sebelumnya, salah seorang warga yang mengaku Komite Sekolah di SD Negeri 013 Sungai Lipi, bernama Amal Asri menghubungi usai berita itu tayang di portal Riau Editor, Senin sore (27/1). Ia menjelaskan, pemotongan dana BSM di SD Negeri 013 bersifat kebijakan pihak Komite.

Amal Asri membenarkan bahwa dari Rp 425 ribu dana BSM yang diterima siswa Rp 75 ribu dipotong untuk dibagikan kepada siswa lainnya yang tak dapat.

"Disini memang ada 200-an siswa. Dari jumlah tersebut, 70 siswa menerima dana BSM. Besarnya Rp 425 ribu per siswa. Yang Rp 75 ribu kami potong untuk kami bagikan ke siswa yang tak dapat," ujar Amal Asri.

Ketika ditanya payung hukum atas kebijakan komite melakukan pemotongan dana tersebut, Amal mengatakan bahwa ketika dana tersebut sudah sampai di sekolah, maka merupakan hak mereka sepenuhnya, ujarnya.

Diberitakan sebelumnya,  sebanyak 70 siswa SD Negeri (SDN) 013 Desa Sungai Lipi Kenegerian Padang Sawah, Kec. Kampar Kiri, Kab. Kampar, menerima dana Bantuan Siswa Miskin (BSM), Senin (27/1). Hanya saja, pembagian dana BSM ini sedikit ternoda akibat kebijakan pihak sekolah.

Berdasarkan informasi yang diperoleh riaueditor.com, dana BSM yang seharusnya diterima sebesar Rp 425 ribu per siswa ini, justru disunat menjadi Rp 350 saja. Akibatnya, sejumlah walimurid mengaku kecewa. Pasalnya, pemotongan dana BSM sebesar Rp 75 ribu per siswa tersebut, dinilai tidak memiliki payung hukum. (fin)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini