Sekolah Kembali Diliburkan, Kepsek dan Guru Diminta Kejar Ketertinggalan Pelajaran

Redaksi Redaksi
Sekolah Kembali Diliburkan, Kepsek dan Guru Diminta Kejar Ketertinggalan Pelajaran
ade
Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Zulfadil
PEKANBARU, riaueditor.com - Setelah sempat menjalani kegiatan belajar mengajar di sekolah selama lima hari, Dinas Pendidikan (disdik) kota Pekanbaru, Senin (28/9) kembali meliburkan sekolah untuk semua tingkatan.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Pekanbaru, Zulfadil, pihaknya terpaksa meliburkan kembali para pelajar di Pekanbaru mengingat kondisi udara di Pekanbaru kembali di level berbahaya sejak beberapa hari ini.

"Minggu (27/9) sore kita sudah pantau ISPU dan ternyata level udara sudah berbahaya. Oleh persetujuan dari Wako, Wawako dan Kadisdik Provinsi Riau akhirnya kita kembali meliburkan semua sekolah dari Paud sampai SMA sederajat yang ada di Kota Pekanbaru dari hari Senin-Selasa (28-29/9)," ujarnya

Zulfadil juga menambahkan, pihaknya akan mengevaluasi kembali apakah libur akan dilanjutkan atau seluruh anak didik kembali ke sekolah. "Semua itu tergantung dari kondisi udara. Jika kualitas udara sudah mulai membaik, maka para siswa akan kembali ke sekolah. Tapi kalau tetap memburuk, liburan akan dilanjutkan," ungkapnya.

Zulfadil mengatakan sehubungan dengan adanya libur sekolah akibat kabut asap ini, pihaknya sudah menginstruksikan guru-guru dan kepala sekolah untuk mengejar ketertinggalan pelajaran anak didiknya jika nanti sudah bersekolah kembali. Hal ini, menurut dia, sangat penting mengingat sebentar lagi anak-anak sudah masuk ujian semester.

"Jadi harus dicari waktu yang tepat untuk mengejar ketertinggalan pelajaran akibat libur asap ini. Saya yakin masing-masing sekolah dapat mengatasinya. Sehingga anak didik tetap mendapatkan porsi belajar yang pantas," ungkapnya.

Ketika ditanya, apakah perlu pihak sekolah membuat kebijakan dalam mengejar ketertinggalan dengan cara menggunakan hari Ahad untuk menambah jam pelajaran, Zulfadil mengatakan untuk saat ini tak perlu melakukan hal demikian, karena pihaknya tidak mau melebihi porsi belajar para siswa.

"Saya rasa tidak perlu lah hari Minggu dilakukan penambahan jam belajarnya. Namun bisa saja ada semacam penambahan jam belajar atau jadwal mata pelajaran olahraga yang ditiadakan sementara dan diganti dengan belajar untuk menyikapi ketertinggalan," paparnya.

Zulfadil menambahkan, bahwa ada kebijakan untuk menunda pelaksanakan ujian mid smester. Dan ini merupakan hal yang wajar. Mengingat aktifitas belajar mengajar di sekolah yang sudah tidak optimal lagi.

"Akibat kabut asap, sudah hampir sebulan siswa di Kota Pekanbaru sekolahnya kita libur. Jadi mau tidak mau, pelaksanaan ujian mid smester kita tunda sampai kondisi udara membaik dan darurat bencana asap dicabut," ujar Zulfadil.

Menurut Zulfadil, dengan adanya penundaan mid semester ini diharapkan para majelis guru bersama kepala sekolah dengan penuh kreatif untuk bisa memenej-nya dengan baik.

"Saya percaya, para guru dan kepala sekolah bisa mengatur belajar para siswa di rumah, baik melalui media sosial dan penugasan pekerjaan rumah bagi siswa. Jadi, guru dapat berkomunikasi dengan siswa terkait kesulitan-kesulitan pembelajaran," ungkap Zulfadil.

Zulfadil juga meminta, orang tua untuk mengawasi dan juga membimbing anak-anak untuk belajar di rumah. Hal ini mengingat libur yang telah ditetapkan karena kabut asap di Pekanbaru yang semakin pekat.

Sementara, mengenai pelajaran siswa, lanjutnya, semua guru telah memberikan tugas kepada siswa untuk mengerjakannya di rumah.

"Kepada orang tua siswa agar membantu untuk membimbingnya. Kita dan semua guru yang ada di Kota Pekanbaru tentu selalu berdoa agar bencana kabut asap di kota pekanbaru segera hilang agar siswa dapat kembali belajar dengan nyaman dan sehat," harapnya.(ade)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini