SMKF Ikasari Pekanbaru Bentuk Ekskul English Club

Redaksi Redaksi
SMKF Ikasari Pekanbaru Bentuk Ekskul English Club
ade/riaueditor.com
English Club SMK Farmasi Ikasari sedang praktek berkomunikasi Inggris
PEKANBARU, riaueditor.com - Agar siswanya mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggeris dengan baik, SMK Farmasi (SMKF) Ikasari Pekanbaru mengadakan ekskul English Club. Hal ini tujuannya, agar target yang ingin dicapai yakni para peserta didik mampu berbahasa Inggeris dengan baik sesuai dengan aturannya
Pembina ekskul english club Siti Hardiyanti SPd, mengatakan, melalui ekskul bahasa Inggeris ini, siswa dibimbing untuk lebih aktif dan berani mempraktekkan bahasa Internasional ini dalam pergaulannya sehari-hari. Terutama di lingkungan sekolah.

"Melalui english club diharapkan dapat meningkatkan kemampuan siswa berkomunikasi dalam berbahasa Inggeris," tutur Siti, Sabtu (25/3).

Siti menambahkan, Karena bahasa Inggeris bahasa Dunia, maka peserta didik harus menguasainya. Sehingga para siswa ini sudah mempunyai bekal bahasa untuk menghadapi dan memasuki dunia kerja dan industri pada level Internasional. Dengan demikian para siswa siap berkompetitif secara global.

"Sampai saat ini, para siswa sudah dapat memahami dengan baik alat-alat praktek di laboratorium dan juga mampu menterjemah dan memahami buku-buku pelajaran yang menggunakan bahasa Inggeris," jelas Siti.

Sebenarnya, di english club ini siswa belajar sambil bermain, karena dalam penyampaian materi kita modivikasi dengan game, stori teeling, Speak(pidato) dalam bahasa inggeris. Kemudian debat dalam bahasa inggeris, ditambah bernyanyi dalam bahasa inggeris.

Menurut Siti, Ada empat aspek, atau kompetensi yang harus dikuasai siswa yakni bisa menulis, membaca, mendengar dan berbicara. "Dalam kegiatan ini diharapkan siswa mampu berbahasa Inggeris dengan gaya dan cara mereka sendiri yqng sudah sesuai denga aturan bahasa," jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan, dalam ekskul bahasa Inggeris ini dituntut keberanikan siswa dan membiasakannya untuk berbahasa Inggeris dalam kesehariannya. "Untuk pembina, selain dari sekolah sendiri, kita juga mendatngkan guru dari eksternal dari lembaga bahasa asing pendar pelagi . Kemudian juga mendatangan tutor dari luar negeri bernama Marike. Selain itu, juga melakukan kunjungan ke labor bahasa," ungkapnya.

Siti berharap, kedepan akan dilakukan kerjasama dengan pihat tour and traveling. Sehingga peserta didik dapat menjadi pemandu wisata. "Kita berharap para siswa kedepan mampu menerapkan dan mengembangkan bahasa yang mereka punya," harap Siti. (ade)

Tag:

Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini