Sukseskan Literasi, SMKF Ikasari Buat Taman Baca Bawah Pohon

Redaksi Redaksi
Sukseskan Literasi, SMKF Ikasari Buat Taman Baca Bawah Pohon
ade/riaueditor.com
SMKF Ikasari Buat Taman Baca Bawah Pohon
PEKANBARU, riaueditor.com - SMK Farmasi (SMKF) Ikasari Pekanbaru melakukan terobosan baru yakni membuat pojok atau taman literasi. Hal ini dilakukan guna  mensukseskan program literasi sekolah dan mendorong minat baca tulis peserta didik.

Kepala SMK Farmasi Ikasari Pekanbaru Syahrullah Jadid, MPd menyebutkan pihak sekolah telah mengaplikasikan program literasi sekolah. Untuk mendukung terlaksananya literasi tersebut, pihak sekolah juga membuat taman literasi.

"Yakni dengan membuat kursi dan meja dibawah pohon rindang di halaman sekolah, Dimana   para siswa dapat membaca dan menulis serta belajar diluar kelas," ungkap Syahrul.

Dibawah pohon inilah, lanjutnya, para siswa dapat membaca buku apa saja yang berkaitan pengetahuan umum, seni, budaya, agama dan karakter. Termasuk menyelesaikan tugas Pelajaran yang diberikan oleh para guru.

"Setiap pagi selama 15 menit sebelum masuk kelas para siswa dianjurkan membaca buku. Selama ini literasi sudah dijalankan. Sekarang,  ada dua bentuk literasi yang diterapkan yakni pada hari Selasa dan Kamis siswa membaca buku. Sedangkan hari Rabu dan Jumat siswa membaca Alquran dan Tafsirnya. Khusus untuk Jumat pagi, para siswa akan didampingi oleh guru," tambahnya.

Menurut Syahrul, sejak tahun 2015 kita sudah mendorong literasi yakni melakukan gerakan hibah buku dan membuat pustaka mini di kelas. Kedepan ini akan membuat pojok atau taman litetasi.

"Taman literasi ini mendukung program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yakni mengembangkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Dimana siswa selama 15 menit sebelum masuk kelas bisa membaca dibawah pohon rindang tersebut semacam pustaka taman atau pustaka pohon.

"GLS memperkuat gerakan penumbuhan budi pekerti sebagaimana dituangkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015. Salah satu kegiatan di dalam gerakan tersebut adalah kegiatan 15 menit membaca buku nonpelajaran sebelum waktu belajar dimulai," jelas Syahrull.

Lebih lanjut dijelaskannya, pembuatan pojok literasi bertujuan untuk menumbuhkan minat baca peserta didik serta meningkatkan keterampilan membaca agar pengetahuan dapat dikuasai secara lebih baik, materi baca berisi nilai-nilai budi pekerti, berupa kearifan lokal, nasional, dan global yang disampaikan sesuai tahap perkembangan peserta didik.

"Saya berharap dengan  dibuatnya taman literasi, akan lebih meningkatkan semangat membaca peserta didik dan meningkatkan iman dan taqwanya.  Sehingga sekolah ini benar benar menjadi sekolah literasi sebagaimana yang diharapkan," harap Syahrul.

Nurdiah Susilawati siswa kelas XII 1 Kimia Industri ketika di konfirmasi menyebutkan program literasi sekolah sangat bagus. " Program literasi sekolah bagus banget. Literasi ini memberikan efek yang positif. Dimana  kita bisa fress ketika akan mulai belajar. Kemudian memacu semangat belajar," jelasnya.

Nurdiah menyarankan agar setiap kelas dilakukan roling perpustakaan antar kelas. Siswa hendaknya dapat menyumbangkan buku buku berkualitas untuk memperkaya buku diperpustakaan kelas. " Melalui literasi sekolah diharapkan seluruh siswa semakin meningkatkan budaya membaca. Sehingga tidak terpaku saja dengan materi pembelajaran di sekolah," harap Nurdiah. (ade)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini