Museum Masuk Sekolah, Disbud Riau Sambangi SMAN 12 Pekanbaru

Redaksi Redaksi
Museum Masuk Sekolah, Disbud Riau Sambangi SMAN 12 Pekanbaru
ade/riaueditor.com

PEKANBARU, riaueditor.com - Dalam rangka mensosialisasikan keberadaan museum sebagai wahana yang bernuansa edutainment, Dinas Kebudayaan (Disbud) Provinsi Riau menggelar program Museum Masuk Sekolah di 12 sekolah tingkat SMA se-kota Pekanbaru. Rabu (27/11), Disbud Riau menyambangi SMAN 12 Pekanbaru sebagai salah satu sekolah yang dipercaya pada program yang digalakkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendibukd) RI.

Kepala Dinas Kebudayaan (Kadisbud) Provinsi Riau, Raja Yose Rizal Zen menjelaskan, giat Museum Masuk Sekolah merupakan upaya untuk menanamkan nilai-nilai sejarah perjuangan, wawasan kebangsaan, nasionalisme dan patriotisme kepada anak-anak muda, khususnya para pelajar. Selain itu, momen ini juga untuk memperkenal keberadaan Museum Sang Nila Utama kepada para pelajar.

"Nama Sang Nila Utama tersebut berasal dari nama seorang Pangeran Sriwijaya yang telah menjadi Raja Bintan serta pendiri kerajaan Singapura pada tahun 1922 yang lalu. Dulunya Riau merupakan pusat kebudayaan serta pernah berada di puncak kejayaannya sebagai kerajaan besar di Nusantara,'' ujar Yose.

Yose menyebutkan, saat ini Museum Sang Nila Utama memiliki 3.000 lebih ragam koleksi sejarah yang dipamerkan pada gedung yang terdiri fosil batu siput, miniatur candi dan masjid, mata uang, foto tokoh dari Riau, keramik, permainan tradisional Riau, etnografi, batik dan pakaian adat.

Melalui kegiatan ini, lanjut Yose, hendaknya dapat memberikan motivasi, pengenalan untuk mengetahui harga diri, identitas sejarah kebudayaan kepada siswa. Selama ini orang menilai Museum sebagai objek penyimpanan koleksi saja, tetapi sebenarnya museum sebagai tempat edukasi, destinasi wisata dan juga bisa meningkatkan PAD Provinsi Riau. Bila perlu dilibatkan pihak trevel untuk mempromosikan Museum Sang Nila Utama kepada wisatawan.

''Kita berharap, semua sekolah bisa berkunjung dan belajar ke museum, apalagi adanya instruksi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, bahwa belajar itu bukan saja di sekolah tetapi di luar sekolah juga perlu dilakukan, seperti belajar ke museum Sang Nila Utama Provinsi Riau," terang Yose.

Sementara itu, Kepala SMAN 12 Pekanbaru, Hj Ermita SPd MM mengapresiasi program Disdbud Riau. Apalagi, kegiatan ini unik dan menarik terutama membentangkan tentang sejarah dan nilai-nilai budaya yang saat ini masih belum masuk dalam kurikulum sekolah. Padahal di Provinsi Riau ini begitu kaya dengan budaya dan sejarahnya yang perlu diketahui oleh anak-anak didik.

''Semoga melalui kegiatan ini para pelajar bisa menghormati dan menghargai nilai-nilai sejarah budaya yang ada di Provinsi Riau ini. Kami juga akan mengagendakan program kunjungan ke Museum Sang Nila Utama bagi siswa. Sehingga mereka bisa belajar tentang sejarah dan budaya serta destinasi wisata sejarah yang ada di Provinsi Riau,'' beber Ermita. (ade)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini