Disdikbud Siak Ekspos Hasil Kajian Pelestarian Kepurbakalaan

Redaksi Redaksi
Disdikbud Siak Ekspos Hasil Kajian Pelestarian Kepurbakalaan
Istana Kesultanan Siak Sri Indrapura
SIAK, riaueditor.com- Tim Kajian Pelestarian Kepurbakalaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak, Kamis (11/12) melakukan ekspos di hadapan Bupati Siak Drs H SYamsuar, MSi. Ekspos berlangsung di Meeting Room Lantai I Kantor Bupati Siak.

Ekspos kajian pelestarian kepurbakalaan kabupaten Siak yang disampaikan oleh Guru besar bidang budaya dari Jakarta, Prof DR Hasan Jaafar menyebutkan, berbagai situs dan cagar budaya yang dimiliki kabupaten Siak diantaranya cukup banyak ditemukan berasal dari zaman sebelum manusia mengenal tulisan (prasejarah) hingga pada zaman setelah manusia mengenal tulisan (Sejarah). Baik berupa batu-batuan, bangunan tua maupun benda-benda sejarah lainnya.

Tim juga menemukan sejumlah bangunan bersejarah (bangunan tua) yang masih aktif digunakan oleh masyarakat. "Kami berharap pemanfaatan situs-situs sejarah ini supaya dapat menjaga keasriannya. Sebab situs-situs sejarah dan kepurbakalaan ini perlu kita selamatkan, sehingga nantinya bisa bermanfaat untuk dunia pariwisata yang ada di Siak," kata Hasan Jaafar.

Terlebih lagi katanya, hal ini sudah diatur oleh UU No 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 10 Tahun 1993.

Tak hanya itu, tim juga melihat banyak sekali kandungan dan nilai-nilai sejarah serta benda-benda purbakala di Kabupaten Siak. Bila dapat dilestarikan dan dijaga dengan baik, ini cukup dominan untuk pendapatan di bidang pariwisata dan bisa mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Siak.

"Untuk itu berbagai cagar budaya yang telah dimiliki oleh Pemkab Siak perlu dilakukan perlindungan, pengembangan dan pemanfaatan," beber Hasan Jaafar.

Ekspos tersebut turut dihadiri Sekdakab Siak Drs. H. Tengku Said Hamzah, M.Si, Asisten II Pemkab Siak Drs H Syafrilenti, M.Si Asisten III Pemkab Siak Drs H Jamaluddin, MSi, Kepala Disdikbud Drs H Kadri Yafis, MPd, Kepala Disparpora H Hendrisan, S.Sos, M.Si serta Sekretaris Bappeda Ir H Wan Yunus, M.Si.

Terlihat pula ahli sejarah, yakni Tenaga Ahli Pemugaran, Teguh Santoso, Badan Penanggulangan Cagar Budaya (BPCG) Sumatra Barat serta Kepala Bidang Sejarah Purbakala Provinsi Riau Dra Darliana.(Adi)

Tag:

Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini